Jumat, 19 Februari 2010

Saya Kenal Cowok Bule di Chat Room

Friends,

Teman wanita di percakapan pertama merasa anunya gimana gitu kalo sedang on dengan seorang cowok bule yg dikenalnya di chat room. Teman di percakapan kedua bilang Ibnu Sina kafir. Saya iyakan, memang kafir.


+

PERCAKAPAN 1: SAYA KENAL COWOK BULE DI CHAT ROOM


T = Mas Leo, apa kabar?

Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, soalnya saya bingung mau kemana lagi saya bertanya, dan ini mengenai diri saya. Maaf yah baru kenal tapi udah mulai tanya-tanya gitu deh... hehehe...

J = Hehehe...

T = Ini mengenai diri saya yang selalu merasa ragu-ragu terhadap banyak hal dalam hidup saya. Saya tau keragu-raguan adalah hal yang buruk. Tahun lalu sampai sekarang saya kenal dengan seorang cowok dari chat room, sekarang dia kerja untuk proyek di Jepang. Sejak kenal dekat dengan dia, saya merasa senang dan bahagia. Sampai suatu saat kalau dia nggak OL sehari aja rasanya kayak ada yang ilang. Karena dengan banyak ngobrol sama dia, saya banyak belajar dari dia dari mulai harus selalu open untuk apapun, dan dia juga sering sharing masalah sex, maklum bule hihihi...

J = Hihihi...

T = Tapi lumayan juga. Nah di masa itu kalo kita lagi gak OL, saya sering banget ngerasa kalo dia tuh sering berbicara di hati saya, dan saya merasa kalo setiap saya balik bicara dengan dia saya merasa ada sesuatu yang menarik/menonjok tepat di rahim saya. Dan hanya kalo saya mikirin dia. Terus kalo saya lagi ngebatin dia, dia muncul OL.

J = Hm..

T = Semenjak kenal sama dia, saya jadi merasa lebih peka terhadap apapun. Saya sadar dan bisa merasakan emosi setiap orang di sekitar saya, bahkan saya bisa merasakan apa yg mereka pikirkan dengan mudahnya.

J = Ok, then?

T = Suatu saat dia sering mengajak saya bertengkar dan saya hanya pasrah saja. Karena mungkin kita jauh, dan saya belum pernah ketemu sama dia, dia marah dengan bahasa kasar, tapi sejak Januari kemarin dia berubah drastis, jadi baik lagi, padahal aku kira dia akan bener-bener ninggalin aku. Emang karena dia aku belajar jadi jujur atas perasaanku sendiri. Udah gak malu bilang cinta, sayang, or whatever lah..

J = Ok, then?

T = Yang ingin aku tanyain adalah apa yang terjadi sama diri aku? Dulu aku rajin meditasi di mata ketiga, sekarang udah jarang. Karena aku ngerasa segala sesuatunya udah jadi simple, bahkan aku baca kartu tarot pun jadi mudah simple aja muncul di kepala aku. Tapi aku gak bisa baca masalah pribadiku sendiri. Dan aku banyak belajar dari banyak kejadian di sekitar aku dan kejadian di dunia juga. Aku atheis sekarang, tapi aku gak bilang sama siapapun, males juga aku gak butuh lagi nonsense kayak gitu. Dan kenapa kalo mikirin tu cowok kok rasanya di bagian rahim aku kayak ditarik-tarik ke dalam/ditonjok yah? Terus aku ingin tau mas, apa tu cowok serius sama aku? Dia beberapa kali ngajak aku merit, padahal kita belum pernah ketemu, hihihi...

J = Hihihi...

T = Nah jeleknya aku, keragu-raguan besar selalu muncul dalam pikiran aku, jadi kepikiran terus, dan aku takut dia sebenernya gak serius sama aku. Biasa kalo cewek pasti gak bisa cuek, mikir terus, aku gak bisa tau seberapa serius dia sama aku, dan apakah yang aku rasakan sama dengan yang ia rasakan?

J = Hm..

T = Padahal sehari tanpa dia sepi banget, dan gak semangat, aku ngearasain banyak pelajaran dari dia, walaupun dia tempramental abis. Pokoknya sejak nemuin dia di chat troom aku ngerasa hidup aku tu lebih berenergi, mengingat sebelumnya aku merasa down, karena masalah besar menimpa keluargaku. Dan sekarang dia mulai jarang OL, gak intens lagi kayak dulu. Tapi kalo keseringan OL aku juga bosen, aku ini pembosan berat...:)

J = Sama, aku juga pembosan berat, then?

T = Apakah kalo kita mencintai seseorang kita bisa rasakan dia juga berbicara sama kita? Kalo hanya lewat chatting apa memang benar ada energi yang kita rasakan? Terkadang aku meyakini semua itu, tapi kadang ragu juga dateng. Dan keragu-raguan tidak hanya datang pada satu masalah, sampai ke bos aku pun aku ngerasa ragu banget, apa keraguan itu mengarahkan kenyataan yang benar atau yang salah? Soalnya sangat mengganggu sekali.

J = Hm..

T = Maaf banget mas, suratnya panjang banget, mudah-mudahan Mas Leo bisa kasih pendapat tentang yang terjadi sama diri aku, sounds ridiculous, I don't even recognize what really happens to myself...:)

J = Menurut saya anda very lonely as well as merasa kering secara seksual, ceile.. Saya juga begitu makanya saya gampang jatuh cinta. Tetapi jatuh cinta di dunia maya is mostly illusional, kecuali anda mau realistis bahwa cinta is cinta, nothing more is required gitu lho. Kalo mao diwujudkan juga bisa, tapi anda harus menerapkan ilmu gombal. Rayulah si cowok bule supaya datang dan membuktikan kejantanannya. Kalo cuma ngomong doang maka anda akan berpaling kepada pria lain yg akan dengan senang hati mengantri di hadapan anda. Fyi, pria itu senang menjadi 'korban' pelecehan seksual yg dilakukan oleh wanita-wanita kesepian. And that's also the reason that I have been promoting myself. I write it plainly that I am available, siapa cepat dia dapat. Tetapi tidak untuk selamanya of course karena saya berprinsip cinta tidak mengikat. Kalo harus diikat saya akan lari sambil nyanyi lagu 'kejarlah daku kau kutangkap'.. HAP!


+

PERCAKAPAN 2: GAK HERAN KALO IBNU SINA DICAP KAPIR


T = Hello Mas Leo,

Saya udah bolak balik bolak baca note notes anda dan ebook-ebook anda. For the first time, saya ingin bertanya ke anda :)

J = Boleh aja, what's the question?

T = Saya yakin sepenuhnya sampai saat ini, bahwa Tuhan, agama dan tetek bengeknya sebenarnya hanyalah konsep ciptaan manusia. Saya juga pernah baca tulisannya Ibnu Sina yang bernada sama. Gak heran kalo Ibnu Sina di cap KAPIR... sama ulama-ulama sesudahnya.

J = Memang kapir, then?

T = TAPI Mas Leo, saya tidak sepaham dengan anda JIKA malapetaka, kesengsaraan dan keberuntungan itu adalah kejadian acak. Ilmu-ilmu fisika menunjukkan kita adanya keteraturan, Untuk itulah saya percaya dengan adanya hukum sebab-akibat alias aksi reaksi. Dan secara tidak langsung saya menyenangi konsep reinkarnasi.

J = That's good, then?

T = Dengan demikian saya berpikir bahwa hidup di dunia ini untuk belajar. Kalo belum bisa belajar ya tinggal kelas, belajar lagi, reinkarnasi lagi. Seterusnya hingga kita mengerti. Dan terus belajar. Hingga akhirnya kita mengerti kesatuan. Dan berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat baik dengan siapa saja, dan apa aja. Gak membuang sampah sembarangan karena sudah sadar. Gak ngesex sama istri orang karena sadar itu menyakitin hati suaminya, dll. Agak beda sama pendapat Bang Leo, yang kita hidup ya hidup aja. Mau ini itu terserah. Pikir saya hampa sekali hidup seperti itu mas ? Jadi bukan manusia lagi. Dan saya pikir kalo prinsip itu yg dipegang, terus gimana prinsip-prinsip kemanusiaan? Ada orang minta tolong gak ditolong, seperti itu kah?

J = Tentu saja tidak. Kalau ada orang minta tolong dan anda mampu dan mau menolong, maka tolonglah. Kalau anda mampu dan tidak mau, maka tidak usah tolonglah. Menolong orang juga merupakan pilihan. Anda mau atau tidak mau. Orang-orang beragama itu walaupun diajarkan untuk menolong orang lain banyak yg memilih untuk tidak menolong walaupun mampu. Dan itu hak mereka. Banyak yg bukan menolong malahan menjerumuskan manusia menjadi budak agama. Banyak yg melestarikan pembodohan massal. Banyak yg menghancurkan tempat peribadatan orang lain. Pedahal semua manusia memiliki HAM yg sama. Memiliki hak dan kewajiban yg sama di depan hukum. Tetapi banyak sekali diskriminasi yg dilakukan oleh orang beragama walaupun ajaran agamanya mengajarkan sebaliknya.

Prinsip-prinsip kemanusiaan hanya bisa diperjuangkan melalui jalur hukum. Harus ada hukum yg tegas bilang bahwa kelakuan jahilliyah is kelakuan jahilliyah walaupun disebut sebagai syariat agama. Kalau masih mau menempatkan dirinya sendiri lebih tinggi dari orang atau kelompok lain, maka jelas itu kelakuan yg tidak produktif sekaligus mencoreng-moreng orang atau kelompoknya sendiri. Dan itu bisa saja dilakukan asalkan segalanya masih tetap di dalam lingkup hidup orang atau kelompok itu. Tetapi kalau sudah dibawa keluar dari lingkungan pribadi, maka artinya sudah mulai berindikasi pelecehan HAM. Pelecehan HAM juga merupakan pilihan, by the way. Manusia berhak untuk melakukan pelecehan HAM maupun tidak.

Tetapi orang lain akan memberikan tanggapan. Ada tanggapan terhadap apa yg kita lakukan, sehingga kita akhirnya akan belajar untuk menjadi dewasa. Dewasa itu artinya menjadi diri sendiri saja tanpa merasa perlu memaksakan diri untuk berbuat baik. Kalau memaksakan diri untuk berbuat "baik" (dalam tanda kutip), maka biasanya terjadi arogansi. Terjadi pembodohan massal yg bawa-bawa Tuhan, pedahal cuma pemikiran belaka. And you know yourself that pemikiran keagamaan itu semuanya buat-buatan. Untuk apa ikut yg begituan? Lebih baik jadi diri anda sendiri saja. Do whatever you want to do, if permitted by the circumstances. It's your own life.


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia .

Spiritual Tanpa Ritual

Teman-teman,

Simbol bentuknya bermacam-macam, bisa berupa burung maupun non-burung seperti bisa dibaca di percakapan pertama. Ritual atau upacara keagamaan juga berisikan simbol-simbol semata, bisa dilakukan kalau mau. Bisa juga tidak kalau merasa sudah tidak cocok lagi seperti bisa dibaca di percakapan kedua.


+

PERCAKAPAN 1: AL-KISAH MIMPI SAYA


T = Sebulan yang lalu saya mimpi bertemu Leonardo Rimba. Tidak hanya Gus Leo yang ada, tapi di situ ada teman saya yang lain; Nevi.

J = Hm..

T = Gus Leo kasih burung kecil sama saya. Saya rawat burung itu. Burung itu kabur. Saya kejar. Sampai dapat.

J = Hm..

T = Sampai dapat Sang Burung, Gus Leo menjadi pergi ke mana, entah.

J = Sang Burung yg bentuknya kecil itu simbol dari saya sendiri. Saya memang zinah zinah merpati, suka kabur-kaburan, tapi kalau sudah tertangkap bisa nurut juga, coba aja.


+

PERCAKAPAN 2: SPIRITUAL TANPA RITUAL


T = Mas Leo, udah tiga malam anak saya nangis, sampe akhirnya tadi jam 2 dini hari saya ajak ke balian (dukun di Bali). Katanya anak saya dimasuki roh jahat, setelah diobati langsung sembuh.

J = Hm..

T = Sebenarnya saya udah jengkel karena keluarga saya kayaknya udah menjadi target operasi, saya ingin sekali saya menghajar orang yang tidak bertanggung-jawab itu tapi gimana caranya wong dia tak tampak dan lagi aku belum punya kewaskitaan untuk menghadapinya.

J = Hm..

T = Bagaimana caranya menggunakan intuisi untuk menangkal atau menyembuhkan penyakit semacam itu?

J = Menurut saya ada "penyakit" tertentu di Bali yg obatnya dipahami oleh balian di sana. Kalau sudah ada balian yg cocok, ya sudah, ke sana saja. Saya sendiri tidak pakai pengertian dari balian, tetapi kalau mau pakai pengertian seperti itu juga tidak dilarang, yg penting bisa sembuh.

T = Memang ada balian yg cocok, beliau selalu siap menolong bila diperlukan walaupun tengah malam.

J = That's good.

T = Btw, seorang jero mangku (penjaga pura di Bali) meramalkan saya bahwa di umur 30 tahun saya harus ngayah (mungkin jadi balian) untuk umat manusia.

J = Hm..

T = Di rumah saya konon juga akan bersemayam beberapa dewa. Namun saya masih mengabaikan hal itu, saya belum percaya itu akan terjadi.

J = Hm..

T = Kalau dari pandangan Mas Leo, apakah itu mungkin / akan terjadi pada saya? Sedangkan saya sungguh tidak tau apa-apa apalagi agama.

J = Menurut saya itu mungkin sekali terjadi, lihat saja nanti.

T = Lalu apakah kepahitan hidup yg saya alami selama ini adalah ujian menuju tingkatan spiritual yg lebih tinggi?

J = Kurang lebih seperti itu.

T = Membuka mata ketiga apa harus dengan meditasi?

J = Tidak harus. Semua orang lahir dengan mata ketiga yg terbuka, tetapi kita semua diajarkan untuk percaya agama. Kalau kita percaya agama, maka mata ketiga kita tertutup. Ketika kita sadar bahwa agama membohongi kita, maka mata ketiga kita terbuka. As simple as that.

T = Dan pastinya mata ketiga saya masih tertutup banyak dosa hehehe.. benar gak?

J = Bener sekali. Kalau anda masih percaya dosa maka mata ketiga anda masih tertutup rapat.

T = Sebenarnya saya lebih tertarik dengan spiritual tanpa ritual, yg simpel aja, kalo pendekatan agama kan agak ribet dan makan biaya, ada gak ya yg kayak gitu?

J = Tentu saja ada. Saya praktisi spiritual tanpa ritual, tanpa agama, tanpa ribet dan tanpa makan biaya.


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia .

Temanku (Pacar?) Selalu Kangen Seperti Dulu

Friends,

Berikut tanya-jawab dengan seorang rekan pria yg memiliki sex appeal sangat tinggi sehingga selalu digemari oleh bini orang dari dulu sampe sekarang. Bagaimana tanya-jawabnya, silahkan disimak yg berikut ini. Enjoy!


+

TEMANKU (PACAR?) SELALU KANGEN SEPERTI DULU


T = Apa kabar Mas Leo? Aku mo nanya lagi nich, boleh ya...

J = Boleh aja.

T = Cerita 1:

Temanku (pacar?) bernama Sri Slingkuwati (nama samaran), yang pernah aku ceritain ke Mas Leo, sekarang ini deket lagi ama aku dan dia selalu kangen seperti dulu. Walaupun dia dengan gagah berani udah bilang ke saya bahwa dia sedang berusaha mencintai suaminya dan sudah 'choose' untuk mengabdi karena untuk nebus salah-salahnya yg dulu & merasa berhutang budi, tapi dia juga gak mau pisah ama aku.

J = That's good, then?

T = Truz yg lucunya dia sempet merasa dipelet ama suaminya agar tidak macam-macam. Karena setiap kali kita bermesraan... 'voltage' dia bisa hilang mendadak mas, karena dia seperti melihat muka suaminya nongol di depan dia gitu. Nakh yang ingin aku tanyakan untuk kasus ini: Menurut Mas Leo, apa bener dia dipelet?

J = Nggak lah. Bukan dipelet melainkan perasaan berdosa saja. Dia merasa berdosa bercinta dengan orang lain yg bukan suaminya sehingga the 'voltage' bisa turun mendadak ketika sedang begituan. Please bersabarlah karena perasaan berdosa perlu waktu untuk dihilangkan dengan sempurna. Kalau the 'voltage' turun masih bisa dinaikkan lagi, caranya perlahan-lahan. Lama-lama juga dia sadar sendiri bahwa tidak ada pelet memelet di dalam hal ini melainkan cuma serong menyerong berdasarkan azas suka sama suka saja.

T = Cinta itu memangnya bisa diusahakan ya mas? Dari tidak mencintai ntar setelah diusahakan... jadi mencintai?

J = Of course cinta bisa diusahakan, namanya usaha bercinta. Jaman dulu ada yg namanya dari mata turun ke hati. Ada juga yg bilang asam di gunung garam di laut, bertemunya di belanga juga. Berarti ada sesuatu yg diusahakan di sini. Usaha itu dilakukan oleh kita yg merekayasa rasa suka. Kalau jaman dulu dari mata turun ke hati, maka jaman sekarang bisa dari kantong turun ke hati. Bisa juga dari cara main turun ke hati. Macam-macamlah. Hati is the perangkat untuk merasakan, dan cara menginduksi perasaan itu ada 1001 macam. Semuanya sah dan halal saja.

T = Cerita 2:

Ini kejadian yang menimpa aku sekitar 2 minggu lalu mas. Waktu itu aku pulang ke rumah abiz antar anak sekolah (pagi-pagi jam 7-an). Pas di simpang waktu aku mau muter arah - kecepatan rendah (udah kasih lampu sein), mendadak ada motor honda tiger dengan kecepatan tinggi yg nabrak aku dan aku sadar karena terasa di tangan kanan aku. Yang anehnya adalah aku gak apa-apa, gak jatuh dlsb. Tapi yg nabrak aku jatuh luka parah, motornya rusak parah, lampu depan pecah, ban depan bengkok, jadi seperti orang nabrak tembok gitu mas. Pertanyaanku: Kok bisa seperti itu ya mas? Ampe tukang rokok yg lihat kejadian dan juga bantu nolong "korban" bareng aku mandang-mandang heran & berulangkali nanya: 'bapak kok gak kenapa-napa sich?' Ya aku jawab, mana saya tahu...

J = Hal seperti itu bisa saja terjadi kalau gelombang otak kita berada di level rendah. Kemungkinan anda saat itu berada di gelombang otak rendah sekali, gelombang otak delta atau gelombang otak deep meditation. Kalau kita berada di gelombang otak itu, segala yg terjadi akan seperti angin yg datang dan pergi begitu saja, dan tidak bisa benar-benar mengenai kita, bahkan yg fisik sekalipun. Hal ini susah dimengerti kecuali oleh mereka yg pernah mengalaminya sendiri. Saya pernah mengalaminya sehingga bisa tahu bahwa hal tersebut mungkin saja. Kejadiannya waktu itu di pagi buta sekali, dan saya habis meditasi semalaman. Jadi gelombang otak saya jelas ada di Delta, gelombang otak tidur lelap atau deep meditation. Saya naik motor dan duduk di belakang. Pada saat mendekati lampu merah, motor melambat karena akan berhenti.

Tiba-tiba dari arah belakang datang motor lain dengan kecepatan tinggi. Saya sadar itu suara motor lain dan,.. eh tiba-tiba saya merasa seperti ada yg menabrak dari belakang, tidak keras, dan saya sama sekali tidak merasa kaget. Kan gelombang otak rendah, jadi tidak bisa merasa kaget. Malah saya bingung karena tiba-tiba melihat ada motor lain yg terbalik-balik di sebelah motor saya. Aneh saja karena jalanan kan sepi sekali, jalanan begitu luas dan tidak ada kendaraan lain kok itu motor tiba-tiba bisa terguling-guling. Ternyata motor itu sempat menyentuh motor yg saya naiki dan setelah itu mungkin banting setir sehingga terbalik. Saya sampai kasihan melihat dua orang yg naik motor itu, tapi anehnya saya sama sekali tidak schock, rasanya biasa-biasa saja. Itulah gelombang otak meditatif di mana segalanya bisa datang dan kita tidak akan merasa kaget.

T = Cerita 3:

Beberapa hari yang lalu aku pernah mimpi gini mas... aku seperti melihat aku yang sedang mimpi... hanya beberapa saat aja sich, truz aku bangun (dalam mimpi tsb) dan me-reject apa yg kulihat walau aku sendiri merasa senang karena akhirnya aku bisa melihat dengan 'Mata Ketiga'. Kenapa ya mas? Apa artinya mas?

J = Artinya ya itulah. You know what it means, bahwa kita bisa melihat diri kita yg sedang tidur dan bermimpi. Melihatnya juga di dalam mimpi. Jadi seperti bermimpi di dalam mimpi. Saya juga pernah seperti itu, mungkin sampai sekarang juga. Gak usah di-reject karena lama-lama pengalaman seperti itu akan terasa biasa saja. Tidur dan bermimpi, dan tetap sadar bahwa itu ada di alam mimpi. Sama saja seperti kita melek dan beraktifitas, dan sadar bahwa kita berada di alam melek.


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia .

Aura Saya Dibuka Secara Supranatural

Friends,

Berikut tanya-jawab dengan dua orang rekan pria yg berbeda. Yg pertama auranya belum terbuka, yg kedua sudah karena pernah dibukakan secara supranatural oleh seorang paranormal.


+

PERCAKAPAN 1: KEMANAKAH ROH SAAT MENINGGALKAN JASAD?


T = Jika Tuhan itu dianggap tidak ada secara rasional, --tanpa meretas Syekh Lemah Abang 'Tuhan Itu Saya' dan 'Saya Itu Tuhan', atau dikenal dengan nama Manunggaling Kaula Gusti, ada beberapa alasan rasional yang saya pengen tahu jawabannya dari Mas Leo.

J = Boleh aja, what are those?

T = Apa yang membedakan antara roh dan nafas dalam frame rasionalitas dalam jasad manusia atau hewan?

J = Sebagai manusia kita cuma bisa tahu bahwa kita bernapas selagi kita hidup. Kalau tidak bernapas lagi, namanya mati. Roh itu istilah yg kita gunakan untuk merujuk bagian dari diri kita yg non fisik. Pikiran kita non fisik, perasaan kita non fisik, kesadaran kita non fisik. Semuanya itu bisa disebut sebagai roh. Anda tidak bisa menunjuk pikiran anda yg mana bukan? Anda tidak bisa menunjuk perasaan anda yg mana, tetapi anda tahu bahwa itu ada. Karena ada tetapi tidak bisa ditunjukkan secara fisik, maka kategorinya masuk 'roh' atau non fisik.

Tentu saja saya bisa melihat hewan bernapas. Kalau hewannya bernapas maka artinya hidup, kalau tidak bernapas maka artinya mati. Saya tidak bisa tahu apakah hewan punya pikiran dan perasaan seperti manusia, walaupun manusia termasuk jenis hewan juga. Tubun manusia ini hewan, mungkin hewan yg paling tinggi tingkat evolusinya. Dan kita bisa berkomunikasi menggunakan simbol-simbol berupa bahasa. Simbol-simbol itu adalah simbol thok, menunjukkan hal lain yg konseptual. Konseptual artinya tidak ada secara fisik tetapi cuma ada di dalam alam pikiran kita saja. Dalam pengertian seperti itu, segala macam konsep termasuk juga dalam kategori 'roh'. Artinya non fisik.

T = Kemanakah roh saat meninggalkan jasad?

J = Saya tidak tahu, saya tidak pernah meninggalkan jasad saya, walaupun pernah juga saya merasa ke luar dari tubuh saya dan berjalan-jalan. Tetapi ketika saya sadar bahwa saya berjalan di luar tubuh, maka saat itu saya balik kembali. Tetapi hal seperti ini bisa juga dibilang sebagai permainan pikiran kita saja. Kita masuk ke dalam pikiran kita dan merasakan berada di luar tubuh. Pedahal kita tidak kemana-mana. Kita tetap ada di dalam ruang lingkup pikiran kita sendiri saja yg memang tidak terbatas seperti dialami oleh kita semua ketika bermimpi dan merasa pergi ke berbagai tempat yg sebenarnya cuma ada di dalam alam pikiran kita saja.

T = Diciptakan dari apakah roh atau nafas itu dari sisi rasionalitas?

J = Menurut saya, roh tidak sama dengan napas. Napas adalah yg ke luar dan masuk melalui hidung kita. Ketika seorang bayi manusia lahir, maka bayi itu mulai bernapas untuk pertama-kalinya. Lalu bayi itu bertumbuh menjadi manusia yg makin lama makin besar, dewasa, tua dan mati. Ketika manusia mati, napasnya berhenti. Dari apa diciptakan kita tidak bisa tahu. Kita cuma bisa tahu bahwa kalau pria dan wanita having sex without condom, maka ada kemungkinan akan terjadi kehamilan. Hamil dan melahirkan bayi yg mulai bernapas.

Roh adalah bagian dari diri kita yg tidak terlihat. Pikiran kita roh karena kita tidak bisa melihat pikiran kita berjalan-jalan secara fisik. Emosi kita roh karena kita tidak bisa melihat emosi kita. Pikiran dan emosi itu datang dan pergi. Berganti-ganti. Pikiran bisa berubah dari yg paling goblok sampai yg paling pintar. Manusia masih bisa belajar dan berubah pikiran. Kalau tadinya bisa dibohongi oleh ulama, maka sekarang tidak bisa lagi, walaupun jalannya tidak lurus melainkan zigzag. Terbanting-banting. Jungkir balik. Jungkir balik secara fisik bisa terlihat. Itu ada karena dilakukan oleh tubuh manusia. Tetapi pikiran yg berubah tetap saja bersifat roh, non fisik. Tidak bisa terlihat.

T = Pertanyaan itu saya ibaratkan baterei yang bisa menggerakan motor semisal mobil-mobilan. Baterei ada karbon dll yang sejenis yang berisi tenaga. Tapi baterei fisiknya berwujud tapi tenaganya tak berwujud namun bisa dilihat gerakannya...

J = Saya cuma membedakan manusia menjadi fisik dan non fisik. Yg non fisik itu bagian yg tak terlihat dari diri kita, terutama pikiran dan perasaan. Pikiran dan perasaan itu datang dan pergi, tetapi ada bagian yg tetap, yg sadar thok. Sadar tanpa bilang benar atau salah. Tanpa merasa gembira atau sedih. Tanpa merasa takut ataupun berani. Ini sadar yg sadar thok. Itu tetap. Semua tradisi agama dan kepercayaan bisa mencapai pengertian tentang kesadaran yg tetap itu, tetapi biasanya hal itu dikaburkan dengan sengaja oleh para ulama yg bermaksud menggalang tenaga dan uang dari manusia yg dijadikan umat. Pedahal semua manusia paling jauh cuma bisa kultivasi kesadaran sejati itu. Yg cuma sadar bahwa dirinya sadar. Tanpa memikirkan lagi kemana roh setelah meninggalkan jasad, dsb. Kalau masih memikirkan itu namanya belum sadar.


+

PERCAKAPAN 2: AURA SAYA DIBUKA SECARA SUPRANATURAL


T = Assalammualaikum (semoga gak salah penulisannya) Mas Leo. Tuhan dan Setan sama-sama memberkati kita!

J = Amin.

T = Saya mau bertanya dan sedikit bercerita nih. Boleh kan? Hehe

J = Boleh aja, dipersilahken.

T = Saya adalah seorang remaja SMA berumur 17 tahun. Sudah mempunyai KTP dan dipaksa/terpaksa mengisi 'ISLAM' di kolom agama. Saya mulai gak jadi sekedar pengikut yang ngangguk-ngangguk sejak masa-masa awal SMA. Dan sejak saat itu juga saya membaca-baca buku-buku filsafat, teologi, paham-paham, dan hal-hal yang menyangkut dengan apa yang disebut dengan 'Allah'. Saya terlahir sebagai anak dari orang tua yang sangat 'beragama'. Bahkan bukan cuma sekedar beragama, tapi bisa disebut puritan/fundamentalis (tidak ekstrim). Setiap cara hidup keluarga saya (tidak termasuk saya), dilakukan dengan mengikuti ajaran Al-Quran dan Hadits. Belum lama ini, saya dipaksa/terpaksa pindah rumah ke suatu komplek di daerah Pamulang yang isinya adalah orang-orang seperti orang tua saya. Karena saya adalah seorang anak yang belum punya penghasilan dan masih menggantungkan hidup kepada orang tua, maka saya terpaksa mematuhinya saja setelah pusing memikirkan bagaimana caranya berontak. Alhasil, sekarang saya pindah ke tempat yang disebut temen saya sebagai 'Riyadh-nya Indonesia', dimana aturan agama sangat ketat bagi jemaah-jemaah pengajian satu aliran di komplek baru saya ini. Tidak ada yang merokok di sini (kecuali saya), tidak ada perempuan yang rambutnya kelihatan di sini, dll. Kehidupan di sini, sangat beda dengan kehidupan saya di komplek saya sebelumnya. Sekarang saya cenderung lebih memilih menutup diri dan menyimpang daripada mengikuti arus semua warga di sini yang hampir setiap harinya teriak-teriakan (ceramah) macam Hitler berpidato. Bagaimana tanggapan Mas Leo?

J = Biasa-biasa aja. It's one of a lifetime experience, pengalaman sekali seumur hidup yg tidak akan berulang kembali. Anda bisa mengamati secara dekat bagaimana manusia bisa menciptakan aturan yg kemudian dipakainya sendiri. Agama adalah domain pribadi. Dan apapun yg orang mau lakukan dengan hidupnya sendiri merupakan urusan orang itu, bukan urusan anda.

T = Lalu, setiap saya sedang melakukan sesuatu, entah itu makan, nongkrong, nonton TV, dll, saya sering sekali merasa hampa/ tidak hidup/ tidak memiliki roh (semoga gak salah menjelaskan, karena perasaan itu sangat absurd) namun hidup dan mendadak melamun jika perasaan itu datang. Menurut Mas Leo, apa yang menyebabkan saya seperti itu? Tolong jelaskan secara ilmiah ya Mas?

J = Perasaan kosong adalah yg dicari oleh pejalan spiritual yg bermula dari keduniawian. Tadinya bergelimang dalam agama, menjerit-jerit sejadi-jadinya kepada Allah, lalu korupsi dengan niat untuk amal supaya setelah mati masuk Sorga. Tetapi pikirannya tetap saja tidak tenang. Akhirnya orang itu banting setir ke aliran spiritual dan tertipu oleh berbagai guru yg sifatnya seperti pagar makan tanaman. Orang itu dijanjikan bisa sakti, ternyata tetap biasa-biasa saja, dan jiwanya tetap tidak merasa tenang. Tetap gelisah, apalagi sekarang sudah mulai dilirik oleh KPK berkaitan dengan korupsinya yg hampir terbongkar. Nah, orang seperti ini masih belum bisa masuk dalam kekosongan. Kekosongan itu adalah rasa ketika kita mengamati segalanya datang dan pergi tanpa ada rasa terikat. Itu pengalaman spiritual yg tertinggi sebenarnya, bahkan tanpa niat untuk menyebarkan welas asih blah blah blah... yg tingkatnya masih di sebelah bawah lagi. Welas asih itu termasuk syariat, sedangkan kosong itu sudah melewati syariat. Kosong tetapi isi. Hampa tetapi ada. Sadar bahwa kita sadar. Saya juga begitu.

T = Pengalaman selanjutnya, saya pernah memasuki suatu tempat pertunjukan di daerah Pamulang, namanya Wahana Misteri. Di sana terdapat pajangan-pajangan pesugihan melalui hewan-hewan yang mengalami kelainan (Contohnya: kura-kura berkepala ular, kura-kura berkepala burung, dll), pesugihan dengan patung atau apalah saya juga tidak tau yang katanya tidak boleh difoto (karena di dalamnya ada jin yang jika diambil fotonya, maka kameranya bisa rusak), dan manusia-manusia luar biasa (manusia terpendek, manusia yang digorok lehernya dengan teknik debus, dan manusia kura-kura). Saya ngobrol dengan si manusia kura-kuranya. Menurut saya, dia bukan kura-kura, melainkan dia hanya terlahir dengan ketidaksempurnaan/ kelainan saja. Tapi, kata si kakek kura-kura itu, dia terlahir cacat seperti itu karena dia dikutuk gara-gara ayahnya membunuh seekor kura-kura saking kesalnya tidak dapat ikan satupun waktu sedang memancing. Sehingga istri si ayah itu, yang waktu itu sedang hamil si kakek kura-kura, dikutuk sama penjaga danau (tempat ayahnya mancing). Bagaimana menurut Mas Leo?

J = Banyak bohongnya. Trik dan kebohongan semacam itu cuma laku untuk masyarakat yg kurang berpendidikan. Orang berpendidikan tentu saja akan membawa segala macam makhluk aneh-aneh itu ke laboratorium untuk diperiksa dan ditelanjangi kebohongannya. Sama saja seperti saya yg menelanjangi kebohongan praktek-praktek agama. Tetapi orang yg kurang berpendidikan tidak berani. Tidak berani karena dibilang ada jin. Apa bedanya jin dengan Allah? Sama-sama berguna untuk menakut-nakuti orang saja bukan? Pedahal cuma trik, buat-buatan. Untuk menangguk uang dari masyarakat. Tapi bagi kita yg mengerti, hal-hal seperti agama dan sirkus kura-kura tentu saja tidak menarik. Kita tahu kita dibohongi, untuk apa dilayani. Biarkanlah orang bodoh saling membodohi. It's none of our business.

T = Dan, dalam tempat itu juga, saya menemani teman saya untuk mencoba memasuki suatu ruangan yang berembel-embel 'SUPRANATURAL' dengan sejumlah biaya pembayaran. Di dalamnya, teman saya ngobrol-ngobrol dan tanya jawab (mengenai percintaan/ karir/ keuangan) dengan si ahli supranatural tersebut. Saya kira, tidak ada yang spesial dalam jawaban sang ahli tersebut, karena jawabannya sangat masuk akal dikarenakan semua manusia mengalaminya. Kemudian, teman saya dibukakan auranya, lalu saya juga meminta dibukakan auranya. Saya disuruh merem, dan dia komat-kamit sambil bergaya ala dukun, kemudian memutar badan saya, lalu dia mengoleskan minyak wangi di daerah tulang leher saya bagian belakang. Yang saya rasakan adalah sedikit perih di bagian leher saya, seperti tertusuk-tusuk sedikit. Mulai saat itu, saya memikirkan apa yang ada dalam kandungan yang ada dalam minyak wangi yang dipakai dukun tersebut. Tapi tidak mendapatkan jawabannya karena saya tidak banyak mengerti kimia. Hehehehe

J = Hehehehe

T = Lalu, setelah saya dan teman saya dibukakan auranya, teman saya dikasih benda putih kecil seukuran flashdisk yang dibalut kain putih (mungkin serupa jimat). Teman saya menerimanya, namun saya menolaknya. Kemudian sang dukun bertanya kepada saya dengan tatapan aneh, 'kenapa gak mau?'. Saya menjawab, 'Gpp, kata orang tua saya, keyakinan cukup di dalam hati dan tak bisa diibaratkan'. Bagaimana tanggapan Mas Leo tentang pengalaman saya itu?

J = Biasa-biasa aja. Maybe itu juga pengalaman sekali seumur hidup. It's good that you enjoy aja. Memang harusnya begitu karena kalo dianggap serius ntar kita jadi kayak orang bego, pedahal gak bego-bego amat. At least we know that si paranormal cuma action doang dengan berbagai trik-nya. Lucu juga yah..

T = Dan kalo boleh tau, aura saya warna apa? Dan artinya apa? Bagaimana pendapat Mas Leo tentang saya?

J = Aura itu kan impressi saja, kesan yg muncul di pikiran dan perasaan. Kesan saya tentang anda is very sexy. Auranya hitam legam. Saya suka yg hitam legam. Hitam manis, hm..

T = Pertanyaan saya yang terakhir, saya mempunyai teman yang bisa menghentikan hujan. Katanya sih dengan tenaga dalam. Dia menghentikan hujan dengan memindahakan langit seperti pawang hujan lainnya, bagaimana fenomena ini bisa terjadi? Tolong jelaskan secara ilmiah ya. Saya tidak menemukan jawabannya setelah menanya Mbah Google : (

J = Kita tahu ada ilmu memindahkan hujan di Indonesia, tapi saya belum pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri. Saya juga tidak tahu cara bekerjanya, kalau benar ilmu seperti itu bisa bekerja. Cuma, saya pikir, kalau benar ada harusnya ilmu memindahkan hujan diekspor saja, bisa menghasilkan devisa. Tapi, sekali lagi, tentu saja ilmu beginian mostly bohong-bohongan juga. Kita tahu bahwa hujan di Indonesia jarang berlangsung lama. Rata-rata setengah jam juga kelar. Dan anda juga bisa jadi pawang hujan yg kayak begini. Hujan sudah turun, dan anda tinggal bilang 'tunggu 20 menit'. After 20 minutes the rain stops, dan anda dapet duit. Lumayan kan?

T = Maaf kalo bawel, namanya juga pengen tau. Mungkin kebawelan saya juga membuktikan kalo saya sekarang benar-benar sadar (sooty). Hehehehehheheheh

J = Hehehehehheheheh

T = Tuhan dan Setan memberkati!

J = Amin.


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia .

Selasa, 09 Februari 2010

Saya Melihat Wanita Jalang Ehem-ehemnya Suami Saya

Teman-teman,

Mungkin anda tidak berani terus terang untuk berpikir, berbicara dan menuliskan bahwa agama merupakan bagian dari budaya. Kebudayaan adalah apa yg manusia lakukan dengan kehidupannya, termasuk penggunaan simbol-simbol material dan non material. Dan kebudayaan selalu berubah seusai dengan perkembangan teknologi. Teknologi juga bagian dari kebudayaan manusia. Sebenarnya segala perubahan itu akan berjalan secara alamiah. Kalau sudah tidak cocok, maka tinggal dibuang dan diganti dengan yg lebih cocok. Tetapi untuk membuang agama membawa konflik karena ada orang-orang yg berkepentingan dengan agama yg akan dibuang itu. Yg berkepentingan itu namanya ulama. Mereka akan kehilangan pengikut dan sumbangan. Makanya mereka mengeluarkan segala macam fatwa seolah-olah merekalah interpretor dari kemauan Tuhan. Pedahal sudah banyak orang yg tahu bahwa Tuhan yg dikhotbahkan oleh para ulama itu merupakan hasil imajinasi mereka sendiri saja.

Kalau ulama bisa berimajinasi dan khotbah tentang Tuhan, maka setiap manusia juga bisa. Dan itulah paradigma baru yg telah tiba saat ini. Kita bisa bilang apa saja tentang Tuhan dan itu termasuk HAM. Namanya HAM Kebebasan Beragama dan HAM Kebebasan Berbicara. Merupakan HAM kita untuk berpendapat apa saja tentang Tuhan. Dan HAM yg kita miliki sama persis dengan HAM yg dimiliki oleh para ulama. Mereka bisa berpendapat tentang Tuhan, kita juga bisa. Tingkatnya sama. Tetapi tentu saja para ulama itu akan mencak-mencak mempertahankan kedudukan mereka sebagai corong satu-satunya bagi "Tuhan" (dalam tanda kutip). Secara tidak tahu malu semua ulama dalam semua agama selalu berkelakuan seperti itu. Dan cara menghadapinya cuma satu, yaitu bicara saja terus terang di depan si ulama bahwa apa yg diucapkannya itu cuma merupakan hasil imajinasinya saja. Cuma pendapat belaka. Bilang saja seperti itu.

Ilmu pengetahuan juga bagian dari kebudayaan. Teknologi itu bagian dari kebudayaan. Ada teknologi lama yg kita buang, dan teknologi baru yg kita pakai. Ada sistem kepercayaan lama yg kita buang karena dibuatnya ketika teknologi kita masih rendah. Dan ada sistem kepercayaan baru yg kita pakai sekarang ini karena teknologi kita sudah begitu maju. Menciptakan dan memakai sistem kepercayaan dan teknologi merupakan hal yg normal saja. Semuanya bergulir berganti. Tetapi ada orang yg bilang bahwa kita harus pakai terus kepercayaan yg diciptakan ketika nenek moyang kita masih naik onta, pedahal sekarang kita sudah naik mobil. Yg bejad itu mereka yg mau tetap pakai kepercayaan kedaluwarsa. Semakin bejad kepercayaannya, maka semakin lantanglah teriakannya. Itu semacam teriakan kesakitan dari orang yg tidak mau berubah. Tidak mau belajar bahwa ini abad ke-21 M. Abad facebook dan bukan abad Jibril gitu lho.

Saya melihat ketiga agama samawi (Yahudi, Nasrani, Islam) sebagai hasil kejeniusan otak Yahudi yg memformulasikan semua konsep ketuhanan dan menyatukannya dalam satu figur yg disebut Yehovah Elohim (dalam bahasa Arab disebut Allah, dalam bahasa Inggris disebut God). Monotheisme yg ketat diajarkan oleh Yudaisme, tetapi Yudaisme tidak bisa berkembang karena terlalu etno-sentris. Ke Eropah, Yudaisme berkembang dalam samarannya sebagai agama Nasrani. Dan ini cuma bisa berhasil setelah Yudaisme dikawinkan dengan berbagai konsep kafir dan pemikiran filsafat dari Eropah. Ke Arabia dan Asia Selatan yg politheistik, Yudaisme berkembang dalam samarannya sebagai agama Islam. Ada pula wilayah remang-remang di mana terjadi sinthesis habis-habisan antara Yudaisme, Nasrani dan Islam. Wilayah inilah yg sekarang kita kenal sebagai wilayah bulan sabit di Timur Tengah. Di wilayah itu, Nasrani tetap ada dari dahulu sampai sekarang. Yudaisme juga tetap ada. Dan Islam yg datang paling akhir telah meng-inkorporasikan juga ajaran-ajaran kemanusiaan dari Yudaisme dan Kristen di wilayah ini. So, Islam di Timur Tengah yg sekarang dikenal merupakan hasil gabungan dari agama-agama itu (Yudaisme, Nasrani, Islam), walaupun namanya tetap Islam.

Yg sangat disayangkan, apa yg dimengerti sebagai Islam sekarang ini adalah apa yg dikenal di dalam Yudaisme dan Nasrani ratusan tahun lalu. Dulu pengertian seperti itu dianggap lebih beradab, lebih manusiawi, tetapi sekarang sudah terbukti ketinggalan jaman. Ketinggalan jaman ratusan tahun dibandingkan dengan Nasrani yg sekarang telah berkembang begitu pesat dalam berbagai samaran barunya lagi seperti Humanisme, Liberalisme, Kapitalisme, Marxisme, Sosialisme, Welfare Statisme, Environmentalisme, Human Rights Movement, Feminisme dan berbagai isme-isme Post Modern lainnya yg, jujur aja, merupakan hasil dari pemikiran Nasrani yg sudah dibontang-banting habis-habisan sehingga melahirkan essensi yg lebih manusiawi lagi. Dan kalau diurutkan, semuanya berasal dari pemikiran Yahudi. Namanya pemikiran Yudeo-Kristen. Karena yg Yudeo itu yg lebih tua, maka kita bisa bilang bahwa semuanya merupakan hasil olah pikir Yahudi yg memang tidak terhitung jasanya dari dahulu sampai sekarang.


Berikut tiga percakapan hari ini:


+

PERCAKAPAN 1: SAYA MENGAKSES MEMORY KOLEKTIF DARI EROPA KUNO


T = Maaf saya mau tanya arti mimpi. Mimpi ini adalah salah satu yg saya yakini punya makna. Di mimpi itu saya lihat di langit ada beberapa benda terbakar jatuh ke bumi. Saya lihat dari atas bukit gersang berbatu yg mengelilingi sebuah kota. Kota itu dikelilingi bukit. Di samping depan saya juga ada seorang bermajah Mongol yg ikut mengamati meteor itu jatuh. Dan satu lagi saya juga mimpi.ada sebuah gereja tua yg sudah rusak di situ. Penjaganya/pendeta bilang 'das dames/das demer (gak tau ejaannya soalnya cuma denger) terkubur di sini.

J = Kemungkinan anda akses memory kolektif tentang pengepungan sebuah kota di Eropa abad pertengahan oleh orang Mongol. Meteor yg anda lihat kemungkinan merupakan lontaran batu dan minyak panas dari benteng kota itu. Gereja yg hancur itu bernama Des Dames de la Mer. Dari namanya kita bisa tahu bahwa kota itu terletak di pinggir laut. Des Dames artinya Para Wanita Suci dan de la Mer artinya di pinggir laut. Gedung gereja yg didedikasikan kepada para wanita suci dan didirikan di kota pinggir laut. Cuma itu saja artinya menurut saya.

+

PERCAKAPAN 2: SAYA MELIHAT WANITA JALANG EHEM-EHEMNYA SUAMI SAYA


T = Halo Mas Leo,

Mm..cerita ini bagaimana menurut Mas Leo, adakah arti di balik mimpi ini, atau hanya sebuah mimpi dari pengalaman yang mengendap dalam memori saya?

J = Seperti apa mimpinya?

T = Dua minggu lalu saya mimpi menjadi pembunuh tampa perasaan.. wuuuidih keren yah kayaknya he he he.. Begini mas Leo yang tekasih dan di muliakan umatmu.. bllink blink.. Di dalam mimpi itu saya melihat ehem ehemnya suami berjoged di depan saya, dengan mata blink blink plarak plirik merendahkan, sedikit senyum sinis di sudut bibirnya yang ranum basah basah minta dikepret air raksa hue hue he he.. (Cool man.. Cool.. ga pake rasa asbun ajah nulisnya).

J = Hm, then?

T = Saat itu saya memandang polah tingkah si wanita jalang penuh pesona eksotik itu dengan wajah dingin lempeng tanpa ekpresi.

J = Gut gut, then?

T = Wanita jalang nan eksotik itu tetap meliuk-liukan badannya di hadapan saya dan di seberang sana ada suami saya sedang berdiri, tapi tidak memperhatikan wanita itu. Wanita itu sambil berlenggak-lenggok memperlihatkan kemolekannya dan kemenangannya atas pemilikan hak orang lain dengan bangganya, sambil tetap melihat kepada saya dengan lirikan matanya yang tersenyum sinis merendahkan, sedikitpun tak bergeser pandangannya.. (wuuuiiidih apa ga pegel yah) he he..

J = Hm, then?

T = Saya menanggapi tontonan seru itu dengan wajah dingin tanpa perasaan apapun, hanya sedikit terbersit 'sape lage neh, stok baru apa kambuhan'.. (Kayak narapidana kambuhan gitu deh).

J = Hm..

T = Entah bagaimana tiba-tiba datang ular sebesar ular anaconda, meliuk-liuk di depan saya, dalam kesadaran penuh di dalam mimpi itu saya melihat ular tersebut adalah wanita jalang nan eksotik tersebut.

J = Hm..

T = Memang dalam mimpi itu saya sepenuhnya sadar seperti tidak dalam mimpi.. hanya berbeda alam saja, alam mimpi settingnya mudah diganti sesuai cerita yang akan disampaikan.

J = Hm..

T = Ular tadi mulai membelit diri saya, mulai menyerang karena tidak puas dengan sikap saya yang diam saja sebagai penonton, menonton ulahnya meliuk-liuk di depan saya.

J = Ok, then?

T = Ketika ular mulai menyerang, saya pun bereaksi mempertahankan diri, terus menerus diserang saya pun mulai merasa lelah dengan ulah ular itu, saya katakan 'gimana sih ganggu orang tidur ajah, Jangan ganggu saya'. Sambil membentak saya tusuk ular itu dengan pisau yang entah dari mana sudah ada di tangan saya, saya tusuk sampai tangan saya masuk ke dalam badan ular itu.

J = Ok, then?

T = Setelah mati ular tersebut menghilang, dan tinggal si wanita jalang nan eksotik dengan wajah celingukan lihat kiri kanan seperti mencari perlindungan memelas, wajah cantiknya melorot tinggal wajah memelas.. tapi herannya masih ajah jojogedan edan.. he he..

J = Hm..

T = Tanpa basa basi tetap dengan wajah dingin, saya menatap wanita itu dingin tanpa perasaan dan saya tinggal tidur kembali, hanya satu kalimat sempat terlontar: 'Jangan ganngu, saya mau tidur lagi'. He He.. waktu bangun saat itu jam 4:15. Semua kejadian masih terasa baru aja, dan badan saya pararegel alias pegel pegel, padahal saya gak ikut joged he he he... Begitulah Mas Leo terkasih segala umat, cerita saya itu..

J = Hm..

T = Mm.. menurut Mas Leo bagaimana? Mimpikah saya? BerIlusi dalam hayal imajinasi?

J = Menurut saya si wanita jalang itu sudah kehilangan auranya karena anda sudah membunuh si "ular" yg membuat suami anda termehek-mehek. Kalau ularnya gak ada berarti si wanita jalang sudah tidak bisa membuat suami anda merasa gatel. Kalo gak ada rasa gatel lagi berarti the end of the relationship haram jadah itu sudah dekat. Tapi of course ini masih berupa praduga tidak bersalah. Anda masih harus mengamati dengan cermat apakah suami anda masih suka garuk-garuk. Kalau sudah tidak suka garuk-garuk berarti penyakit gatel-gatelnya sudah sembuh dan dia sudah tidak doyan wanita jalang lagi. In other words, dia mulai tobat untuk menjadi seorang suami baik-baik, tapi gak janji yee..


+

PERCAKAPAN 3: SAYA DIBILANG 'KOTOR' OLEH GURU MEDITASI SAYA


T = Terima kasih Mas Leo atas kiriman ebook-nya yg langsung saya baca walau belum semua.

J = Terima kasih juga. Dan untuk teman-teman yg berminat, silahkan baca pengantar ebook itu di link berikut .

T = Saya salut dengan tulisan-tulisan itu, memberikan pencerahan bagi banyak umat (baca orang..hehehe). Saya setuju banget dengan beberapa pernyataan Mas Leo, seperti tidak ada surga, itu buatan manusia, pembodohan dari guru, pendeta agama. Dan ngapain nyari Tuhan ke gunung, ke goa-goa, padahal Tuhan ada dalam diri kita... Wah, ini baru pendidikan yg benar. Mestinya tulisan-tulisan Mas Leo ini dibaca dan diajarkan juga di pesantren-pesantren terutama yg aliran keras.

J = Tapi nanti pesantrennya jadi gak laku dan ulamanya jadi orang pengangguran gimana?

T = Karena saya pada pandangan pertama udah kepincut dengan tulisan Anda, maka saya ingin ajukan pertanyaan-pertanyaan, sbb: Waktu kecil SD, saya mudah jatuh sakit, saya sering mimpi di kejar hantu, dan saya berlari tapi susah banget, kayak lari di tempat, pernah juga sering mimpi terbang tapi dengan sekuat tenaga tubuh ini melayang tapi gak bisa tinggi-tinggi.

J = Hm..

T = Saat umur 20-an di bawah 30 tahun, saya kalu bermimpi biasanya terjadi, bahkan sering saya pasangkan nomor togel, dan sering jitu dan dapat hadiah (heheheh..), namun semakin dewasa semakin tidak tepat lagi mimpi-mimpiku itu. Apakah gejala ini menunjukkan bahwa diriku ini semakin 'kotor'?

J = Gak juga. Kalo gak tepat lagi berarti sudah waktunya untuk stop main tebak-tebakan. Menurut saya hikmahnya cuma itu saja. Berarti sudah ada kegiatan yg lebih bermanfaat yg bisa anda lakukan dibandingkan dengan tebak-tebakan nomor togel.

T = Saya pernah ikut latihan meditasi yg gurunya datang dari India di Taman Mini Indonesia Indah, kata guru itu yg orang Bali yg lama tinggal di India, katanya cakra-cakraku kering. Apa benar kalo semakin dewasa, semakin banyak tahu otak kita (udah gak sepolos saat kecil, saat remaja) sudah terkontaminasi, suka marah-marah, dll, akan menambah 'dosa', dan kitapun jadi 'kotor' akibatnya semakin tumpul indra keenam atau instuisi ato apapun namanya?

J = Bisa dibilang begitu. Kalau anda masih anak kecil, maka anda akan bilang terus terang bahwa guru meditasi itu ngibul kepada anda. Sebagai anak kecil yg masih bersih dan indra keenamnya kinclong punya, maka anda akan ngomong apa adanya saja. Kalau anda dibohongin, anda akan bilang anda dibohongin. Tetapi, karena anda sudah dewasa sekarang, maka anda ragu-ragu untuk bilang di depan guru meditasi anda itu bahwa ucapannya itu bullshit.

T = Kalo benar menjadi 'kotor' gimana caranya membersihkan? Apakah cukup dengan meditasi tiap hari?

J = Menurut saya tidak ada yg menjadi kotor dan menjadi bersih. Anda biasa-biasa saja dari dahulu, tetapi tidak sespontan ketika anda masih kecil. Cara membersihkannya cuma satu, yaitu kembali kepada sifat spontan anda. Kalau anda merasa ditipu oleh guru meditasi itu, bilang saja di muka orangnya bahwa anda tidak suka ditipu. Segala kepercayaan untuk membersihkan diri dengan meditasi isinya sebagian besar cuma penipuan belaka. Anda ditipu untuk percaya bahwa anda "kotor" (dalam tanda kutip), lalu anda akan dikerjain habis-habisan sampai anda tobat dan drop out seperti Siddharta Gautama.

Setelah anda tobat mencari "kesucian" (dalam tanda kutip), barulah anda memiliki kesempatan untuk sadar bahwa ternyata anda tidak apa-apa. Siddharta Gautama mengalami itu. Dia tobat menjadi pertapa dan menjalani lakon menyiksa diri yg tidak membawa faedah apapun. Lalu dia capek dan tertidur di bawah pohon Bodhi. Ketika dia bangun dia sadar bahwa ternyata kesadarannya itu tetap saja. Dari dia lahir sampai saat itu ternyata dia sadar bahwa dia sadar. Dan pengertian seperti itu akhirnya membuat Siddharta Gautama disebut sebagai Buddha. Buddha itu orang yg sadar bahwa dirinya itu sadar. As simple as that.


+

Leo

Minggu, 07 Februari 2010

EBOOK: KEBEBASAN BERAGAMA ADALAH HAM KITA
Oleh: Leonardo Rimba dan Teman-teman


+

PENGANTAR

Kebebasan beragama adalah Hak Azasi Manusia (HAM) yg tidak bisa ditawar lagi, dan sejak tahun 1965 HAM kita untuk bebas memilih agama apa saja maupun untuk tidak beragama apa saja, maupun untuk berpendapat tentang agama telah diinjak-injak dengan sempurna oleh negara. UU No. 1 Tahun 1965 yg melindungi agama-agama seolah-olah satwa langka telah dijadikan dasar untuk memberangus HAM Kebebasan Beragama. Di masa Rezim Suharto, setiap agama memperoleh jatah untuk menunjuk aliran sesat yg kemudian akan diberangus dan dilarang oleh negara. Pedahal Indonesia ini bukan negara agama, dan agama merupakan urusan individu masing-masing tanpa negara berhak ikut campur. Tetapi di Indonesia yg terjadi adalah pemutar-balikkan azas itu, negara Indonesia turut campur menentukan agama apa saja yg bisa dianut oleh warganegara, dan bahkan ikut menentukan aliran apa yg benar dan sesat di dalam agama-agama. Ini pembodohan massal yg sempurna.

Dan itulah alasannya mengapa Gus Dur mendukung langkah berbagai LSM pembela HAM untuk mengajukan judicial review terhadap UU No. 1 Tahun 1965 yg melestarikan pembodohan massal ini. Berdasarkan UU itu, kita WNI diajarkan untuk tidak bersikap kritis terhadap agama karena agama adalah "suci" (dalam tanda kutip). Pedahal tidak ada yg suci soal agama. Semua agama itu ciptaan manusia belaka, walaupun di-klaim ada ayat-ayat yg diturunkan oleh Tuhan melalui Jibril dari atas langit. Dan untuk mengucapkan hal itu dengan lantang akan dianggap mencemarkan agama. Pedahal itu bukan pencemaran agama melainkan HAM, namanya HAM Kebebasan Berbicara. HAM Kebebasan Beragama dan HAM Kebebasan Berbicara tidak dapat dipisahkan. Merupakan HAM bagi tiap warganegara untuk menganut ataupun tidak menganut agama apa saja, dan merupakan HAM bagi tiap warganegara untuk berpendapat tentang agama. Semuanya berada di dalam domain pribadi masing-masing. Negara tidak berhak untuk campur tangan.

Campur tangan oleh negara akan melestarikan keterpurukan bangsa ini sehiingga tidak bisa lepas dari tempurung yg dipasangkan oleh para pemimpin agama (tertentu). Semakin bodoh umat, maka akan semakin senanglah para pemimpin agama, dengan pertimbangan banyaknya sumbangan uang yg masuk ke dalam kantong-kantong organisasi keagamaan. Itu pertimbangan utamanya. Pertimbangan lainnya tentu saja kepentingan Rezim Suharto sendiri yg didukung oleh para pemimpin agama ini, yg memperoleh jatahnya masing-masing untuk menunjuk aliran "sesat" (dalam tanda kutip). Pedahal tidak ada ajaran yg sesat maupun benar. Semuanya belief systems, sistem kepercayaan yg bisa dipakai oleh manusianya sendiri. Semuanya berada di dalam domain pribadi. Negara tidak berhak mengatur agama apa yg bisa dan tidak bisa dianut oleh warganegara. Negara tidak berhak untuk menentukan agama resmi dan agama liar. Negara tidak berhak untuk diskriminasi warganegara berdasarkan agamanya. Negara tidak berhak menentukan ajaran agama yg benar dan yg sesat. Apalagi Indonesia telah meratifikasi Konvensi PBB tentang HAM.

Artinya negara Indonesia telah berjanji untuk menghormati HAM seluruh warganegara, dan janji itu diucapkan di muka dunia internasional. Tetapi prakteknya masih bolong-bolong, dan UU No. 1 Tahun 1965 ini merupakan batu sandungan terbesar yg perlu disingkirkan demi kemajuan bangsa. Sampai kapan mau terpuruk dalam tempurung, mungkin begitu pikir Bapak Bangsa Gus Dur ketika mendukung judicial review itu. Cepat atau lambat semua warganegara Indonesia akan menjadi dewasa juga, akan bisa berpikir bagi dirinya sendiri, dan akan tahu bahwa agama merupakan domain pribadi. Tidak perlu ada UU yg melestarikan agama sebagai satwa langka. Itu pembodohan massal belaka.

Agama tidak berarti spiritualitas. Agama adalah institusi yg mengajarkan pemikiran manusia seolah-olah datangnya dari Tuhan, pedahal cuma pemikiran manusia belaka, dan tidak ada seorangpun yg bisa tahu apa yg dimaksud oleh Tuhan. Dan itulah tema utama dari 66 percakapan berikut yg dilakukan dengan puluhan teman di seluruh Indonesia dan mancanegara dari pertengahan Oktober 2009 sampai dengan akhir Januari 2010. Semuanya pernah diposting di facebook.


+

DAFTAR ISI:

1. Emangnya Miyabi doang yg bisa ditelanjangin?
2. Melihat Kitab Suci Terbang
3. Dikejar Macan, Roh Jahat dan Pernikahan
4. Sejak Manusia Mulai Bisa Berpikir
5. Saya Ini Gadis Biasa-biasa Saja
6. Saya Mau Buang Keyakinan Saya
7. Apa bedanya jadi orang atheist?
8. Nabi Wanita Bersepatu Hak Tinggi
9. Kamu Seorang Homo
10. Tuhan Berkelamin
11. Anda Layak Jadi Miss Indonesia
12. Muncul Nama Sigourney Weaver
13. Tuhan dan Malaikat adalah Space Brothers Kita
14. Maukah kita konfrontir orang-orang yg jualan Tuhan?
15. Saya Berkomunikasi dengan Malaikat
16. Malaikat Baik dan Malaikat Jahat
17. SBY Panen Padi
18. Istilah Kafir dan Anti-Kristus
19. Saya Mengalami Isra Miraj
20. Saya Melihat Penyanyi Opera Peking
21. Saya Bertemu Nabi Khidir
22. Asal-usul Istilah 'Cilaka 13'
23. Agama Mengkhotbahkan Moralitas Palsu
24. Saya Mendukung Festival Meditasi di Bali
25. Saya Mimpi Bertemu Mas Leo
26. Saya Sudah Bisa Meditasi
27. Saya Mimpi Menjadi Yesus
28. Saya Melakukan Hubungan Terlarang
29. Akhirnya Daku Belajar ke Negeri Cina
30. Mawar Kabur sama Laki Orang
31. Amithaba, uhuk uhuk..
32. Robot Spiritual Sama Jeleknya dengan Robot Agama
33. Nyedot Energi Buddha Borobudur
34. Apakah Hajar Aswad benar dari Surga?
35. Gantengan sapa?
36. Kata-kata Mutiara
37. Bagaimana saya biar cepat kaya?
38. Tidak Usah Memaksakan Diri Meditasi Seperti Patung Buddha
39. Karma dan Meditasi Jawa
40. Saya Melakukan Lompatan Gila
41. Saya Dicky dari Yogyakarta
42. Saya Adi di Sulawesi Selatan
43. Melihat Buddha, Acintya dan Anak Kecil
44. Saya Ingin Lebih Bebas dan Tak Terikat
45. Tidak Perlu Pahe
46. Freedom from Dogma
47. Saya Senang dan Sedih Silih Berganti
48. Saya Tidak ke Gereja di Malam Natal
49. Emangnya si Jati Diri itu siapa?
50. Jembatan Darmo Gandul
51. Nabi Penutup dan Sabdo Palon
52. Mata Ketiga dan Perjalanan Spiritualku
53. Memang Konyol Sekali Ternyata
54. Seperti Permainan Jelangkung
55. Saya Penganut Free Sex
56. Meditasi Tanpa Pesan Sponsor
57. Saya Basic-nya Latihan Silat dan Pernafasan
58. Pemenang Piala Bergilir Pluralisme
59. Filsafat, Spiritual, Agama dan Shit, Sampah..
60. Zinah Zinah Merpati
61. Kalimat saya kaku banget, hehe
62. Kenapa sampai sekarang saya belum nikah?
63. Spiritualitas Wanita dan Tantangannya
64. Pendapat Saya tentang Reinkarnasi
65. Kesimpulannya, yg disebut ‘Tuhan’ itu siapa?
66. 12 pertanyaan untuk Leo, sahabatku


+

CARA MEMPEROLEH 'EBOOK: KEBEBASAN BERAGAMA ADALAH HAM KITA':

Kirimkanlah email address anda kepada leonardo_rimba@yahoo.com sehingga bisa saya kirimkan ebook ini langsung ke email address anda.


+

TENTANG LEONARDO RIMBA:

Leo adalah lulusan Universitas Indonesia dan the Pennsylvania State University. Moderator di Milis Spiritual Indonesia http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia. Bersama Audifax, Leo menulis buku Psikologi Tarot (Pinus, 2008). Leo bisa dihubungi di email address , dan di facebook ‘Leonardo Rimba’.

Minggu, 31 Januari 2010

12 pertanyaan untuk Leo, sahabatku

Friends,

Berikut tanya-jawab antara Aaron dan saya, baca aja kalo tertarik.


+

12 PERTANYAAN UNTUK LEO, SAHABATKU


T = Hai, Leo. Setelah membaca tulisan Anda, ijinkan saya bertanya beberapa pertanyaan di bawah ini. Jika tidak sempat mereply semuanya, bisa dicicil beberapa nomer per note. Hopefully dijawab per nomer ya. Thanks sebelumnya.

J = Hm.. let's see what those questions are.

T = Apa ada istilah hukum sebab akibat dalam pandangan Anda? Entah itu karma, sunatullah, atau yang lain.

J = Saya menyebutnya sebagai aksi dan konsekwensi. Kalau anda mencuri ayam dan tertangkap basah, maka ada kemungkinan anda akan digebukin massa. Dan anda akan memperoleh julukan sebagai maling ayam. Kalau anda tidak tertangkap, maka anda bisa menikmati ayam itu dalam bentuk sajian makanan. Bisa jadi ayam goreng, bisa jadi opor ayam, bisa juga berupa ayam mentah, kalau anda suka. Siapa bilang manusia tidak bisa makan ayam mentah? Waktu saya masih SD, saya pernah nonton orang makan ayam mentah. Ceritanya ini orang datang dari pedalaman Kalimantan, dan ditanggap oleh sekolah. Semua murid diajak ke luar kelas dan menonton orang itu menguliti ular dengan giginya. Lalu ada ayam yg dimakan mentah-mentah.

Bisa juga anda menggunakan ayam hasil curian sebagai komoditi yg dibarter dengan uang. Di sini anda sudah masuk ke dunia komersil. Anda mengkomersilkan kemampuan anda mencuri ayam menjadi bentuk moneter atau uang. Uang itu bentuk moneter, a monetary unit which, in this case, bernama rupiah. Rupiah itu bisa anda tukarkan juga dengan bentuk moneter lainnya seperti USD, Yen, Yuan, Ringgit, dlsb. Dan anda bisa menghasilkan itu semua karena keahlian anda mencuri ayam. Ada aksi ada konsekwensi.

Saya tidak percaya kepada hukum karma. Kalau anda berbuat sesuatu, maka anda mungkin harus menanggung konsekwensinya. Tetapi itu juga tidak selalu, seperti kita lihat di atas dalam kasus maling ayam yg tidak tertangkap. Hukum karma itu cuma bisa berdampak bagi manusia yg meng-internalisasikan prinsip hukum karma di dalam kesadarannya. Kalau orangnya percaya kepada karma, maka akan timbul perasaan berdosa, misalnya. Bukan berdosa di kehidupan mendatang yg tidak akan pernah bisa terbuktikan, melainkan perasaan berdosa di kehidupan sekarang saja. Jadi, manusia yg merasa berdosa karena berprofesi sebagai maling ayam itu mungkin akhirnya akan sakit ayan. Jadi, seperti alam bawah sadarnya memberikan hukuman kepada dirinya sendiri. Ayam dicolong, maka orangnya sakit ayan.

Bagi orang yg tidak menganut kepercayaan tentang karma, kebiasaan nyolong ayam mungkin tidak akan berdampak apapun. Orangnya akan nyolong ayam sewaktu kepepet, ketika tidak punya uang dan lapar. Setelah itu dia ketagihan karena ternyata dia ahli menangkap ayam orang. Dan itu dijalani bertahun-tahun sampai dia bosan sendiri dan berganti profesi. Misalnya, setelah dia diangkat sebagai satpam resmi di sebuah peternakan ayam di propinsi lain. Setelah dia menjadi satpam di peternakan ayam, kebiasannya nyolong ayam tidak diteruskan. Sekarang dia menjaga ayam-ayam. Dan dia bisa menjadi seorang satpam yg baik tanpa merasa berdosa karena masa lalunya yg kelam sebagai seorang maling ayam.

Karma itu belief system. Sistem kepercayaan. Kalau dipercaya, maka berjalanlah. Kalau tidak dipercaya, maka tidak akan berjalan. Dan yg namanya kehidupan mendatang juga cuma asumsi saja. Diasumsikan orangnya akan lahir lagi di masa datang. Tapi apa benar demikian? The answer is, kita tidak akan pernah tahu. Kita tidak akan pernah bisa tahu apakah kita akan lahir kembali di masa datang. Sama saja seperti kita tidak akan pernah tahu apakah benar kita pernah lahir di masa lalu. Ini semua cuma belief system belaka yg maksudnya agar manusia bisa teratur dan tidak saling mencuri ayam milik satu sama lain.

T = Apa penyebab berbagai macam penyakit (kanker, leukemia, jantung, liver, dsb), serta kemalangan hidup (miskin, sakit, kecelakaan, dsb)?

J = Penyebab penyakit fisik bermacam-macam. Ada yg disebabkan oleh virus, bakteri, sistem kekebalan yg lemah. Ada gara-gara jatuh di tangga. Ada gara-gara masuk angin karena kena hujan. Macam-macam penyebabnya. Kanker juga bisa diakibatkan oleh perasaan menderita selama bertahun-tahun. Orangnya merasa tersiksa karena ditinggal oleh sang kumbang setelah menghisap madu. Saya bukan madu, begitu kata sang wanita selama bertahun-tahun, dan dia tidak mau terima kenyataan bahwa dirinya sudah disedot habis-habisan selama beberapa tahun pertama ketika mulai berbunga. Setelah sang kumbang bosan, maka pergilah the kumbang mencari bunga baru. Dan bunga yg mulai melayu menyesali nasibnya habis-habisan. Dan karena menyesali nasibnya, akhirnya tubuhnya menjadi tidak tahan penyakit. Dan masuklah si kanker, baik berupa kanker fisik maupun kanker ghoib alias kantong kering.

Apa yg disebut sebagai "kemalangan hidup" (dalam tanda kutip) tidak akan pernah bisa dijelaskan dengan memuaskan. Dan itulah alasannya sehingga lahir berbagai macam agama dan aliran pemikiran. Semuanya berusaha untuk menjelaskan apa dan mengapa. Mengapa saya lahir miskin dan orang lain lahir kaya? Pemikiran Hindu Buddha aliran baheula mencoba menjelaskan bahwa orang kaya adalah mereka yg sudah menumpuk dharma di kehidupan sebelumnya, dan orang miskin adalah mereka yg masih harus membayar karma jelek. As a result, masyarakat Hindu Buddha masa lalu sangatlah kejam. Mereka yg miskin akan dibiarkan miskin karena mereka sedang "membayar karma". Dan mereka yg miskin akan tetap saja pasrah menerima nasibnya dijajah oleh orang kaya dengan harapan supaya nanti lahir kembali sebagai OKB, orang kaya baru.

Indonesia masa lalu memang menjadi koloni Belanda, tetapi bukan berarti yg menjajah itu Belanda. Dalam banyak hal, Belanda justru membebaskan nenek moyang kita dari penjajahan para penguasa lokal yg berpikir bahwa rakyat miskin memang sudah pantas menjadi miskin karena membayar karma jelek. Di Bali dulu, mereka yg kalah bertaruh sabung ayam melawan raja akan dijual sebagai budak. Dijual kepada Belanda sebagai budak. Di Jakarta ada yg namanya wilayah Kampung Bali. Ini kampung isinya pelarian dari Bali masa lalu, lari karena tidak bisa membayar hutang kepada raja. Daripada dijual sebagai budak, mendingan mereka lari aja ke Batavia dan membuka hutan di pinggir kota. Hutan ini sekarang sudah ada di tengah kota Jakarta. Namanya tetap Kampung Bali sampai sekarang.

Yg namanya kemalangan manusia itu tidak bisa dilihat dari luar, dan kita cuma bisa menjelaskannya dari dalam. Dan dari dalam itupun relatif, karena manusianya memiliki belief system yg berbeda-beda. Mungkin saja manusianya percaya penuh kepada hukum karma sehingga dia bisa menjelaskan kemalangannya dengan menggunakan prinsip hukum karma. Bagi orang yg tidak percaya karma, dia akan menjelaskan kemalangannya berdasarkan pemikiran berbeda, misalnya pemikiran bahwa "Tuhan memberikan cobaan". Kalau Tuhan memberikan cobaan dan manusianya tabah, maka nanti setelah mati akan masuk Sorga. Dan penderitaan di dunia ini tidak seberapa dibandingkan Sorga, begitu jalan pikirannya.

Ada pula yg menggunakan pemikiran eksistensialis, bahwa hidup ini hanyalah eksistensi di sini dan saat ini saja. Kita tidak akan pernah bisa tahu dengan memuaskan kenapa segalanya itu terjadi. Kita bisa menerima bahwa ada randomness (probabilita acak). Muncul tsunami begitu tiba-tiba di Aceh dan menewaskan lebih dari 1 juta orang. Pedahal semuanya yg menjadi korban boleh bilang orang relijius. Percaya penuh kepada Allah. Dan ternyata kepercayaan kepada Allah tidak bisa menyelamatkan orang dari Tsunami. Ternyata segalanya random, terjadi begitu saja tanpa pilih kasih. Baik atheist ataupun beragama, semuanya mati dengan sia-sia. Dan yg bisa kita lakukan hanyalah memberikan pertolongan sebisa kita.

T = Kemana kesadaran kita setelah tubuh ini mati? We both agree that we're immortal, right? But where to?

J = Saya tidak tahu akan ke mana kesadaran saya setelah saya mati. Yg namanya kesadaran cuma sadar thok. Sadar bahwa kita sadar. Aware of being aware. Penyakit datang dan pergi, kemalangan datang dan pergi, tetapi awareness tetap. We are always aware of being aware. Try to get into the awareness, and all those questions will stop. You will only be aware of being aware. That awareness is you, the real you who experience all things. But these all things come and go while your awareness remains. You remain aware of being aware. In my opinion that was the pencerahan that Buddha had. Cuma segitu aja, and no more than that.

Di luar itu, semuanya yg ada hanyalah belief system belaka, kepercayaan bahwa kita akan lahir kembali di kehidupan berikutnya. Kepercayaan bahwa kita akan masuk Neraka atau Sorga. Kepercayaan bahwa kita akan lahir kembali di rasi bintang antah berantah, dlsb... Cuma belief system belaka dan manfaatnya bisa dilihat dalam hidup ini juga. Kalau percaya Sorga, maka orangnya akan mengumpulkan amal ibadah dan tutup mata terhadap orang beragama lain. Tidak perduli sama Haiti yg kena bencana karena mereka bukan Islam, dlsb... Mungkin juga orangnya akan tidak perduli dengan penderitaan wanita di masyarakat Islami karena dirinya percaya Allah sedang memberikan cobaan agar para wanita itu bisa menerima diskriminasi. Menerima diperlakukan berbeda sebagai warganegara kelas dua. Tetapi setelah itu mereka akan masuk Sorga, jadi penderitaan dijajah pria di dunia ini tidak seberapa dibandingkan dengan nikmat Sorga setelah manusianya mati.

Tetapi itu cuma belief system belaka, bukan? Kita tidak bisa tahu pasti akan ada apa setelah kita mati. Buddha tidak bisa tahu kesadarannya akan ke mana setelah dia mati. Dia cuma bisa mengajarkan bahwa manusia itu bisa sadar bahwa dirinya sadar. Sadar di sini dan saat ini saja.

T = Teori monyet menjadi manusia yang Anda kemukakan, saya ingin tahu mengapa sisa-sisa monyet yang ada sejak ribuan bahkan jutaan tahun lalu belum berubah menjadi apa-apa?

J = Saya belum pernah berteori tentang monyet menjadi manusia. Monyet adalah monyet, dan manusia adalah manusia. Memang ada yg mirip manusia, yaitu monyet bonobo, tetapi tetap saja monyet dan bukan manusia. Homo sapiens di satu bumi ini satu species, dan yg berbeda cuma warna kulitnya saja, varietasnya saja. Nenek moyangnya pasti satu, atau paling tidak satu kelompok kecil. Yg jelas itu bukan Adam dan Hawa yg kita tahu cuma mitos belaka. Orang Timur Tengah memiliki mitos penciptaan bumi dan langit oleh Tuhan. Orang Hindu Buddha memiliki mitos berbeda. Di Cina juga ada mitos serupa. Di semua budaya yg terpisah ternyata ada mitos asal usul manusia. Mitos tetap tinggal mitos dan tidak bisa menjadi kenyataan fisik. Kenyataan fisik memperlihatkan bahwa manusia sudah ada sejak, mungkin sejuta tahun yg lalu, walaupun mungkin bentuknya tidak sama persis. Mungkin juga yg ditemukan fosilnya bukan nenek moyang kita, melainkan manusia dari species lain yg sekarang sudah punah. Kita tidak bisa tahu pasti, penelitiannya masih berjalan terus. Dan tentu saja kita bisa berspekulasi bahwa ada ras aliens dari planet lain yg datang dan membudi-dayakan ras manusia. Bisa saja. Tapi itu tetap tidak bisa dibuktikan sampai sekarang, dan akhirnya jatuh dalam kategori belief system juga. Belief system itu dugaan yg dipercaya penuh. Di-imani. Sama seperti kepercayaan tentang Adam yg di-imani dalam agama.

T = Saya beberapa kali membaca tulisan pengalaman OOBE Anda, which was saya duga sebagai Lucid Dream. Menurut saya ada perbedaan jelas antara OOBE/Astral dengan Lucid Dream. Astral adalah keluarnya roh atau kesadaran dari tubuh fisik, dan bisa menjelajah alam fisik/nyata. Sedangkan Lucid adalah 'perjalanan' ke dalam pikiran (which is dunia semu/ilusi). Jadi yang mana yang Anda maksud? Both?

J = Sekali lagi, kita tidak bisa membuktikan bahwa kita benar-benar berjalan di alam "astral" (dalam tanda kutip). Dulu saya membedakan antara OOBE dan lucid dream. OOBE itu berjalan di alam astral, dan lucid dream adalah mimpi yg begitu hidup. Sekarang saya menganggapnya sama saja, yaitu kita masuk ke dalam pikiran kita sendiri saja. Kita masuk ke dalam pikiran kita sendiri (as if kita pernah ke luar dari pikiran kita, which is not). Ada orang yg bisa merasa ke luar dari tubuh fisiknya sendiri dan jalan-jalan. Saya juga pernah. Dan itu bisa kita sebut sebagai "OOBE" (dalam tanda kutip). Jadi, kita bisa melihat tubuh kita sendiri sedang tidur, dsb... Tetapi apakah benar kita ke luar dari tubuh kita? Itu pertanyaan filosofis sekali. Saya cenderung untuk bilang bahwa kita cuma bermain di dalam alam pikiran kita sendiri saja. Semuanya ini alam pikiran, ada alam pikiran sadar dan ada alam pikiran bawah sadar. Selama masih manusia hidup, kita tidak bisa ke luar dari alam pikiran kita. Ada alam pikiran ketika kita melek dan mengalami segalanya secara fisik, dan ada alam pikiran ketika kita tidur dan mengalami segalanya secara "astral". Tetapi semuanya di dalam alam pikiran kita saja, bukan?

T = Apa atheis kenal moralitas dan cinta kasih? Atau hanya hidup sesuai undang-undang yang berlaku di negara bersangkutan?

J = Saya bukan orang atheis, sehingga tidak bisa menjawab itu secara total. Harus orang atheis sendiri yg menjawabnya. Paling jauh saya bisa bilang bahwa moralitas sebagian orang atheis itu jauh lebih manusiawi dibandingkan dengan moralitas kaum beragama. Hak Azasi Manusia banyak diperjuangkan oleh orang-orang atheis di seluruh dunia sedangkan, kita semua tahu, penginjak-injakan HAM justru banyak dilakukan oleh orang-orang beragama. Agama-agama itu semuanya menginjak-injak HAM, untungnya sebagian sudah direformasi seperti berbagai aliran Kristen. Kristen Katolik itu paling dahsyat dalam menginjak-injak HAM, tetapi sekarang sudah tercerahkan. Hindu di Bali dulu mempraktekkan sutee, yaitu ajaran yg mendorong bhakti istri kepada suaminya yg meninggal dengan cara terjun bebas ke atas api pembakaran jenazah suaminya. Yg melarang itu dengan tegas adalah Belanda. Belanda banyak mengajarkan orang Indonesia untuk menjadi lebih beradab. Dan orang Belanda itu terdiri dari segala macam orang, mungkin beragama juga, walaupun agamanya tidak dibawa-bawa. Belanda itu sekuler dari dulu sampai sekarang, dan mereka menekankan praktek nyata memperbaiki apa yg bisa diperbaiki. Itukah moralitas atheis yg anda maksud?

Ataukah piagam HAM dari PBB yg sama sekali tidak membawa-bawa nama Tuhan? Apakah piagam HAM itu merupakan moralitas atheis yg anda maksud? Apabila ya, maka isinya sangatlah bermoral. Demokrasi itu merupakan hasil dari usaha kaum atheis. Kebebasan beragama dan kebebasan berbicara juga. HAM untuk berpolitik dan berserikat juga. Semua HAM itu merupakan moralitas kaum atheis. Jauh lebih mencerahkan dari moralitas agama bukan? Apalagi kalau kita bandingkan dengan belief system Islam tradisional yg sangat melecehkan kaum wanita sampai sekarang.

T = Apa menurut Anda spiritualitas berbanding lurus dengan kesaktian?

J = Kesaktian adalah skill, kemampuan. Kesaktian anda apa? Apakah di bidang software? Apakah di bidang medis? Apakah di bidang teknik listrik? Apakah di bidang seni rupa? Semuanya merupakan kesaktian. Kita semuanya orang sakti, artinya orang yg memiliki skill atau keahlian tertentu. Ada yg kesaktiannya berbicara di depan corong radio sehingga berprofesi sebagai penyiar radio. Ada yg kesaktiannya berjalan di atas cat walk, sehingga menjadi peragawati. Ada yg kesaktiannya bawa mobil gede, sehingga akhirnya berprofesi sebagai sopir truk. Semuanya orang sakti mandraguna... Dan orang spiritual juga. Mereka semuanya orang spiritual, artinya orang yg hidup dan memiliki spirit. Spiri itu roh, tidak terlihatl. Semua manusia memiliki bagian rohani atau spiritual yg tidak terlihat, sehingga semua manusia adalah manusia spiritual. Spiritualitas adalah hal bagaimana si manusia menghayati kesadarannya yg tidak terlihat itu, dan caranya macam-macam. Ada yg mengambil peran dalam agama, ada yg menjadi orang setengah beragama, ada yg memilih untuk ke luar dari agama, ada yg netral. Ada yg mengambil filsafat eksitensialisme sebagai medium bagi olah spiritulitasnya, misalnya. Dan itu semuanya sah saja. Semuanya spiritualitas manusia. Termasuk di sini atheisme. Atheisme itu juga spiritualitas karena manusianya tetap punya spirit, tetap memiliki bagian yg tidak terlihat yg disebut roh. Spiritualitas adalah kerohanian, dan ada di semua orang. Spiritualitas dan kesaktian ada di semua orang, walaupun jenisnya berbeda-beda.

T = Apa arti pembunuhan, perampokan, dan tindakan kriminal lainnya bagi agnostik?

J = Setahu saya hal itu harus ditanyakan sendiri ke orangnya masing-masing. Saya tidak bisa mewakili orang agnostik. Yg saya tahu, pembunuhan adalah pembunuhan. Perampokan adalah perampokan. Dan kriminalitas adalah kriminalitas. Masyarakat harus diatur oleh hukum-hukum yg bisa meminimalkan hal-hal seperti itu. Meminimalkan kriminalitas, dan memperbesar kebebasan manusia untuk melakukan hal-hal yg bermanfaat. Yg bermanfaat adalah kebebasan berbicara, kebebasan beragama, kebebasan menikah tanpa diskriminasi berdasarkan agama, kebebasan berserikat, kebebasan untuk memperoleh informasi tanpa dihalang-halangi. Kesempatan untuk kerja, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Kebebasan dan kesempatan untuk berkiprah positif harus diperluas, dan hal-hal yg negatif seperti pembodohan massal harus dipersempit. Itu hal yg umum, semua negara maju berusaha untuk memaksimalkan kesempatan dan kebebasan bagi manusia. Yg selalu dipersempit itu adalah kesempatan bagi pembodohan massal, seperti dominasi agama dalam pendidikan.

T = Apa arti menolong dan kebajikan bagi agnostic?

J = Saya tidak tahu, anda harus bertanya sendiri langsung kepada orang agnostic. Yg saya tahu, kita bisa menolong orang lain kalau kita mau. Kalau bisa dan mau, sebab tidak semua orang mau menolong orang lain walaupun bisa. Bencana alam di muka bumi ini terjadi berganti-ganti, tetapi yg maju paling depan memberikan bantuan selalu negara-negara yg mayoritasnya orang sekuler. Negara-negara Barat. Sedangkan negara-negara yg mayoritasnya Islam biasanya tidak terdengar memberikan bantuan. Apakah orang Indonesia ribut memberikan bantuan untuk Haiti yg terkena bencana alam sehingga 100 ribu orang mati sekaligus? Apakah MUI repot mengirimkan dana dan bantuan? Atau at least doa-doa? Tentu saja tidak. Ulama Islam cuma ribut tentang rebonding rambut yg diharamkan, tentang foto pre wedding yg juga diharamkan. Tetapi kalau tentang menolong orang, terlebih lagi yg bukan Islam, maka mereka tutup mulut. Tutup mata, tutup kuping dan tutup mulut. Negara-negara Islam juga begitu. Bukannya tidak bisa membantu, tetapi tidak mau membantu.

T = Anda pernah bilang bahwa setan dan makhluk halus lainnya hanya ada di pikiran, yang berarti hanya ciptaan kita semata. Lalu apa pendapat Anda tentang setan/jin yang bisa memindahkan barang fisik?

J = Saya pernah dengar cerita seperti itu, pernah juga melihat benda yg konon datang sendiri, terbang whosss... Tetapi saya belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri ada benda yg datang tiba-tiba, kecuali namanya pesawat udara, pecahan meteor, batu ditimpuk, dll.. yg semuanya bisa ditelusuri siapa yg mengirim atau yg menggerakkan.

T = Lalu apa pendapat Anda tentang santet berupa paku, jarum, dsb yang bisa masuk ke dalam tubuh? Bahkan tahun lalu ada kehebohan seorang wanita dari Kalimantan yang tubuhnya tumbuh kawat (di dalam perut). Apa pandangan Anda tentang ini?

J = Harusnya wanita itu di-rontgen dan diteliti secara ilmiah. Saya pernah baca bahwa wanita itu punya kebiasaan makan kawat. Kalau itu benar, maka harusnya wanita itu disadarkan untuk tobat makan kawat. Kalau dia mau makan kawat terus, maka saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya ada di Jakarta, dan dia ada di Kalimantan. Kenal juga tidak.

T = Kebanyakan aliran spiritual mengatakan pengekangkang nsfsu jasmani berhubungan dengan pengoptimalan potensi kerohanian, tapi tampaknya Anda tak sependapat. Boleh berikan alasannya?

J = Kerohanian yg asli akan muncul setelah manusia jatuh bangun berjalan dari ekstrim ke ekstrim. Siddharta Gautama telah menjalaninya, hidup dari ekstrim ke ekstrim. Pernah hidup mewah di istana, dan pernah menjadi pertapa miskin selama bertahun-tahun juga. Makanya dia bisa bilang bahwa yg paling bagus itu yg biasa-biasa saja. Tidak ekstrim. Bukan penolakan total terhadap napsu tubuh seperti menahan lapar dan haus, atau menahan konak, tetapi yg biasa-biasa saja. Kalau lapar, ya makanlah. Makannya biasa saja, tidak usah berlebih-lebihan. Kalau haus, ya minumlah. Minum juga biasa saja. Kalau konak, ya nge-sex lah. Tidak perlu berlebihan, melainkan biasa-biasa saja.

Pada pihak lain, kalau kita menekankan larangan tidak boleh ini dan tidak boleh itu, maka manusia akan semakin penasaran. Dilarang free sex, akhirnya jadi free sex, malahan free sex yg overdosis atawa berpindah dari satu bunga ke bunga lainnya. Pedahal, kalau dibiarkan apa adanya saja, orang juga tidak akan ekstrim. Orang akan mencoba untuk free sex, dan mungkin akhirnya akan sadar bahwa kehidupan jenis itu bukan untuk dia. Selain itu, kita juga tidak bisa melarang orang untuk melakukan apa yg ingin dilakukannya. Kalau orang senang makan daging, maka itu urusannya, bukan urusan kita. Apakah spiritualitasnya akan terganggu? Belum tentu juga. Kita tidak bisa menentukan bahwa apa yg dilakukan orang dengan hidupnya sendiri akan mengakibatkan spiritualitasnya terpuruk. Yg bisa bilang bahwa dia mengalami peningkatan atau penurunan spiritualitas adalah orangnya sendiri.

So, akhirnya kita semua akan non-judgmental, tidak menghakimi. Segalanya merupakan domain pribadi manusia yg harus memutuskan sendiri apa yg ingin dilakukannya dengan hidupnya sendiri.


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia .