Sabtu, 31 Oktober 2009

Sejak Manusia Mulai Bisa Berpikir

Friends,

Hari ini kita masuk ke dunia mimpi yg jelas ada hubungannya dengan dunia melek. Dilihat dari alam tidur, dunia fisik kita adalah mimpi. Dan kita yg melek di alam fisik bilang bahwa mimpi itu di alam tidur. Kesimpulannya apa ayo kalo bukan both are dreams?. Baik kita melek maupun tidur, yg ada di depan mata kita adalah mimpi. Mimpi artinya sensasi yg datang dan pergi. Kita sendiri tetap saja selalu sadar. Baik melek ataupun tidur, kita selalu tetap sadar. Kita mengalami mimpi-mimpi.


+

PERCAKAPAN 1: SEJAK MANUSIA MULAI BISA BERPIKIR


T = Mas Leo,

Jadi saya ingin bertanya tentang mimpinya mama saya. Doi penasaran banget sih, sama arti mimpinya, terus minta tolong tanyain artinya ke Mas Leo. Beliau tahu Mas Leo juga dari facebook saya sih. Katanya salam kenal, mas! Hehehe…

J = Salam kenal juga to your mama.

T = Jadi katanya beliau mimpi begini mas: Sedang berjalan di suatu jalanan yg menanjak, di depannya ada orang-orang berjubah abu-abu, beberapa di antaranya bergamis + sorban (mirip-mirip bajunya Pangeran Diponegoro). Semuanya berjalan membungkuk, seperti orang keberatan punggungnya. Hanya beliau dan satu orang saja yg berjalan tegak, tidak seperti mereka yg berjalan duluan. Si orang yg bersamanya ini, berwajah seperti Yesus dalam poster-poster rohani, berjenggot + berkumis, plus hidung yg mancung. Pokone mirip orang Arablah.

J = Yesus kan orang Yahudi. Yahudi dan Arab kan mukanya sama, then?

T = Saat itu, di sisi kanan jalan yang mereka lalui terdapat gunung-gemunung yang tinggi, dengan dua diorama yg bertingkat di atas gunung-gunung itu. Diorama tingkat pertama, berupa tanah lapang berumput yg luar biasa hijau, terdapat banyak orang berdiri di atasnya. Diorama tingkat kedua (di atasnya diorama pertama) berupa gunung-gunung yg meletus. Seketika, entah kenapa, tiba-tiba orang-orang yg berada di atas rumput pada diorama tingkat pertama itu perlahan-lahan berjatuhan begitu saja. Beliau sempat berpikir, bahwa orang-orang tersebut mati.

J = Then?

T = Tiba-tiba, terdengar gelegar petir disusul suara yg mengagetkan, bersamaan dengan munculnya kain besar berwarna abu-abu muda yang membentang di langit + memenuhi langit, dari kiri ke kanan. Suara itu luar biasa besar, sangat berwibawa, dan menggentarkan. Tidak jelas apakah terdengar seperti sabda atau indoktrinasi, namun dalam bahasa yg sama sekali tidak dikenal. Suara tersebut juga lebih terdengar seperti suara dengungan + gemuruh tertahan dengan lafal “om”. Menggema di seluruh jagat raya.

J = Hmmm...

T = Beliau sempat berpikir, ‘itu suara Tuhan’. Suara itu terdengar hingga beberapa saat. Beliau bertanya kepada orang-Arab-yang -mirip-Yesus ini: “Kita mau kemana?”. Dan orang itu seketika berhenti berjalan. Kemudian melihat sekeliling, dan berkata:”Kita jalan saja terus”. Dan mereka kembali berjalan. Mimpi itu berakhir di situ.

J = Ok.

T = Kira-kira apa artinya yah mas? Aku dan mama, kami berdua telah menanggalkan pemikiran dualistic agama. Aku udah total banget lepas dari doktrin-doktrin agama yang menurutku nggak sesuai denganku. Dari kecil, sejak saat pertama kali diajarkan ajaran-ajaran Islam, sorry to say, aku mulai bertanya-tanya dan ngerasa kurang sreg dengan ajaran semacam itu. Almarhum papa adalah pribadi yg fanatic dengan Islam. Aku sih nggak peduli seperti apa ajaran agama lain, yang kutahu saat itu adalah, bahwa mungkin lebih bagus tidak ada ajaran-ajaran yang seperti itu. Jadi nggak ada yang bisa nge-klaim bahwa ajarannya yg paling bener. Lagipula, bagiku agama memberikan pengertian yang cukup fatal atas Tuhan.

Menurut kakek , apa yg disebut “Tuhan” itu lebih kepada eksistensinya di dalam “diri” tiap-tiap manusia. Mama mendapat pengertian seperti ajaran makrifat dan sejenisnya secara menurun dari almarhum kakek. Dulu kakek pernah menyangsikan, dapatkah aku memahami dan menerima hal-hal spiritualitas yang dikatakannya kepada mama. Kenyataannya? Aku merasakan hal itu telah ada sejak lama di dalam diri ini. Sekarang, aku masih berdoa, dalam berbagai bentuk…istilahnya meditasilah... yah, self-service, istilahnya. Hehehe…

Aku juga tipe orang yang tau apa yg aku mau, kemudian dapat merealisasikannya melalui pikiran. Asyik banget deh mas, kalo lagi ngebayangin impian-impian...hmm, mimpilah kurang lebih istilahnya. Aku juga heran mas, tiap cowok yang deket banget sama aku (dalam artian teman special) pasti mereka mau mendengarkan tiap-tiap omongan-omonganku dan menjadi berubah kehidupannya. Yah, aku kan juga nggak mau yah, kalo orang yg special buat aku kehidupannya agak ‘kurang memadai’ bagi aku. Tapi mereka susah banget lepasnya, mas... Intinya sih aku nggak maksa, Cuma ngasih pandangan-pandangan aja waktu lagi ngobrol/diskusi, dan selebihnya mereka mau ngikut aja apa kataku. Toh demi kemajuan mereka juga. Apalagi kalo ngomongin filsafat. Apa yang aku bilang ke mereka yah, berdasarkan pengalaman. Hanya beberapa hal yang mendasar dalam kehidupan. Kata mereka, aku beda dari cewek kebanyakan. Ngga ngerti deh, di mana bedanya.

Tapi hal itu nggak berlaku bagi orang (laki-laki ataupun perempuan) yang aku nggak terlalu interest, hehehe…biarpun suka berpikir dan menganalisa, aku kan dasarnya cukup cuek, mas…kapan aku peduli omongan-omongan miring dari orang lain? Ada omongan yang bener/baik, baru aku peduli. Hahaha…makanya aku tuh a bit annoyed sama orang-orang yang penuh kepalsuan, biarpun akhirnya mereka malu juga memamerkan kepalsuannya di depanku. Ujung-ujungnya juga nggak jadi musuh, mas…

Kalo mama, masih rada-rada nyangkut sama ajaran lama dan agak-agak susah buat 100% menanggalkannya. Kalo aku taksir, masih tersisa sekitar 11% ajaran-ajaran Islam di dirinya. Untung bukan ajaran Islam yang kaku-fanatik (abis aja gue mas). Beliau pun sadar, dan terkesan masih ragu akan dirinya sendiri. Akan keyakinannya, dan begitulah jadinya, seperti a bit stuck in the middle… Beliau orang yang cerdas, cukup keras, sangat mandiri, dan moderat. Tapi sangat lembut di satu sisi, juga penyabar. Yah,dengan bumbu emosional pemarah pada sisi-sisi tertentu, terutama kalo lagi banyak masalah. Salutnya, banyak orang-orang “besar” yang nurut kata-kata mama, terutama dalam hal pekerjaan mama di bidang hukum. Belakangan ini, kita lagi giat-giatnya membahas keseharian dan beberapa poin ajaran yang diberikan kakek.

J = Good, then?

T = Jadi Mas Leo, pertanyaannya, apa kira-kira arti mimpi itu?

J = Arti mimpi your mama itu begitu literal, harafiah. Perjalanan menanjak adalah keseharian dalam hidup kita. Ada tantangan-tantangan baru, dan rasanya cukup berat. Tantangan-tantangan ini sama saja sebenarnya bagi semua orang, disimbolkan oleh jalan yg menanjak. Tetapi semua orang lain, termasuk yg bersorban dan bergamis, yg merupakan simbol dari penganut Islam, ternyata berjalan dengan terbungkuk-bungkuk. Seperti ada beban tambahan di punggung mereka. Pedahal mereka tidak membawa buntalan apapun. Mama anda juga tidak membawa buntalan, tetapi bisa berjalan tegak. Pria mirip Yesus itu juga tidak membawa buntalan, tetapi bisa berjalan tegak. Walaupun jalannya menanjak, mama anda dan Yesus bisa berjalan dengan tegak. Biasa-biasa saja.

Dua diorama bertingkat di sebelah kanan jalan merupakan simbol dari dua dimensi eksistensi manusia, yaitu di eksistensi keseharian dan eksistensi idea. Yg bawah adalah eksistensi keseharian di mana mulanya terlihat segalanya serba hijau dan ada banyak orang yg subur makmur di sana. Tetapi tiba-tiba orang-orang itu berguguran satu persatu. Orang-orang itu tidak bisa melihat apa yg menyebabkan mereka jatuh berguguran. Mereka pikir ada "Allah" (maybe).

Mama anda bisa melihat bahwa orang-orang di dimensi padang rumput keseharian itu berguguran karena ada gunung-gunung meletus di dimensi atas. Dimensi atas adalah simbol dari alam pemikiran. Gunung meledak artinya pemikiran kita yg meledak karena sudah tidak tahan lagi dijejali segala macam bahasan tentang teori-teori keagamaan yg ternyata tidak relevan. Tidak masuk akal. Karena tidak masuk akal dan mulut mereka disumpal oleh para ulama supaya tidak berbicara, akhirnya orang-orang itu berguguran. Pedahal mereka yg berguguran itu bukan orang jahat, melainkan mereka yg mencari makan dengan jujur di padang rumput (kayak kambing yah...).

Akhirnya berguguranlah orang-orang jujur itu. Gugur karena kepala mereka meledak. Gunung itu simbol dari kepala manusia. Gunung meledak artinya kepala orang yg meledak tidak tahan lagi. Terlalu panas. Menahan segala macam himbauan dan tekanan yg disumpalkan ke dalam pikiran kita oleh para pemuka agama membawa efek panas di dalam kepala, dan kalau sudah terlalu banyak maka akhirnya akan meledak. Meledak secara ghoib atau di alam astral, karena secara fisik tidak bisa terlihat. Yg terlihat di fisik cuma orangnya yg tiba-tiba jatuh bergelimpangan. Tiada hujan tiada angin tiba-tiba orangnya jatuh. Kena stroke. Atau bisa juga menyalahkan ada yg kirim santet. Pedahal bukan santet melainkan ajaran agama yg meracuni kepala sehingga the kepala meledak dan orangnya collapsed.

T = Berdasarkan apa Mas Leo menginterpretasikannya?

J = Saya melakukan interpretasi berdasarkan simbol yg muncul. Simbol-simbol yg muncul di dalam mimpi kita memiliki tema universal. Seperti tema jalan menanjak. Tema orang bergamis dan bersorban. Tema wajah Yesus. Tema berjalan tegak dan berjalan terbungkuk-bungkuk. Tema padang rumput. Tema gunung meledak. Tema orang mati bergelimpangan. Ini semuanya tema universal. Bagi saya mudah sekali menginterpretasikan mimpi karena saya menguasai tema-tema universal ini. Baik latar belakangnya apapun, tema universal akan selalu muncul di dalam mimpi kita. Carl Gustav Jung menamakannya archetypes. Menurut Jung, archetypes ada di dalam collective unconscious semua manusia. Collective unconscious itu alam bawah sadar kolektif semua umat manusia yg pernah hidup, masih hidup dan akan hidup di dunia ini. Kita semua terhubung melalui alam bawah sadar kolektif.

T = Seseorang dapat menafsirkan mimpi berdasarkan factor apa sajakah?

J = Bisa berdasarkan faktor latar belakang seseorang, faktor situasi yg sangat urgent saat ini, faktor impian dan harapan di masa depan, faktor ketakutan yg ditekan ke alam bawah sadar, dsb... Yg jelas, faktor-faktor itu semuanya berhubungan dengan apa yg ada di dalam pikiran orang itu sendiri. Ini patokan umum untuk melakukan interpretasi. I use that all the time. Jadi bukan berdasarkan takhayul atau kepercayaan rakyat bahwa ada Setan, santet, pelet, dsb... Allah juga termasuk takhayul karena sampai umur sekian saya sendiri belum pernah bertemu dengan Allah.

Kita tidak akan pernah bertemu dengan Allah karena kesadaran kita, our own consciousness, yg sadar thok itu... is made of the same kind of stuff that makes up Allah. You have that stuff. I have that stuff. Everybody has that stuff, apapun latar belakang kepercayaannya. So, in the end, yg namanya agama itu memang tidak relevan karena ternyata kesadaran yg ada di saya, di anda dan di siapa saja semuanya sama.

Dan itulah sebabnya Yesus bilang: "Aku hidup di dalam kamu, dan kamu hidup di dalam aku... Bapa hidup di dalam aku, dan aku hidup di dalam Bapa."

Artinya, Yesus, kita dan Allah memiliki roh yg sama. Sama persis. Dan itulah sebabnya Syech Siti Jenar juga bisa bilang: "Kulo Gusti". Al Hallaj bisa bilang: "Ana al Haq".

Tetapi orang-orang yg jualan agama of course akan mengejar-ngejar orang yg membocorkan rahasia sepanjang segala abad ini karena orang yg bisa mengerti dan menerima "rahasia" itu akan tidak mau lagi beragama. Untuk apa? Untuk apa menjadi manusia yg harus berjalan terbungkuk-bungkuk seolah-olah menanggung beban buntalan berat di punggung mereka? Pedahal tidak ada buntalan itu. The buntalan cuma ada di dalam pikiran orang-orang itu saja, dan dijejalkan di sana oleh agama-agama. Agama bukan membantu manusia supaya bisa berjalan dengan bebas merdeka menjadi diri sendiri saja, melainkan membebani manusia untuk bersikap dan berperilaku seperti hewan perahan. Perahan para pemimpin agama.

Dan mereka inilah yg terlihat oleh mama anda sebagai orang-orang bergamis dan bersorban yg berjalan dengan terbungkuk-bungkuk. Kasihan bukan?

T = Elemen aku dan mama apa yah mas?

J = Your elements are balanced, seimbang. Bisa menetralkan orang lain yg masih berdansa sorong ke kiri sorong ke kanan, tralalalalalalalalalala...

Your mama is most possibly a fire person. Elemen api. Gubrak dulu ngerti belakangan. Kalo gak gubrak gabruk gak bakal ngerti. Mirip sama saya juga. Tapi dalamnya air, very sensitive. Mirip sama saya juga in that matter. Jadi terkadang suka maksain diri, pura-pura cuek, pedahal rasanya gimana gituh...

T = Karena aku mendeskripsikan keadaan mama lebih kepada sisi spiritualitas, dapatkah mimpi tersebut berarti lain?

J = Bisa saja, namanya sinkronisitas. Jadi, apa yg terlihat dan dirasakan oleh your mother itu secara sinkron juga bisa diperlihatkan secara fisik. For instance, your mother might see with her own eyes the downfall of many people. Tiba-tiba jatoh aja gituh. Dan itu bisa di terjadi tempat bekerja, bisa relasi bisnis. Bisa tetangga. Bisa figur ini dan figur itu. Walaupun tidak secara langsung berhubungan dengan spiritualitas, akan ada orang-orang yg jatoh begitu saja dan bisa terlihat jelas dengan mata fisik, apabila tidak bisa dikatakan bahwa telah terlihat seperti itu. Yg juga jelas, your mama survives.

Orang yg terlihat berwajah Arab itu is your mother's guardian angel. Bisa diartikan sebagai Yesus himself. Bisa dibilang sebagai Jibril the malaikat. Bisa dibilang sebagai kwi jin, the inner man or woman inside each one of us, yg akan melindungi kita dari segala macam jebakan yg dipasang oleh orang-orang munafik. Kalau kita sendiri mau munafik, maka kita akan jatuh bangun juga sampai akhirnya kita sadar dan tobat. Kalau tobat kan artinya kapok yah?

T = Adakah hubungannya antara mimpi dan sugesti?

J = Ada. Mimpi dan sugesti sama-sama berada di alam pikiran kita saja. Alam pikiran itu sifatnya rohaniah, astral atau spiritual. Bisa juga dibilang ghoib. Artinya tidak terlihat secara fisik tetapi ada. We are all spirits who happen to have physical bodies.

T = Sejak kapan sih mas, manusia mulai mengenal interpretasi mimpi?

J = Sejak manusia mulai bisa berpikir.


+

PERCAKAPAN 2: WELCOME TO ARCTUARIANS


T = Mas Leo,

Saya mau ceritain mimpi dan sedikit kejadian dalam hidup saya. Pertama saya mau tanya kenapa sehabis meditasi, waktu saya tidur, saya bisa dengan sadar lepas dari tubuh fisik saya, kadang-kadang saya cuma melayang layang?

J = Karena anda memang berbakat. Tidak semua orang memiliki bakat seperti itu.

T = Pernah saya dengan otomatis pergi ke suatu tempat bernama Arcturians, di sana saya bertemu dengan seseorang berpakaian jubah hitam seperti kapten, memakai topi kapten warna hitam dengan lencana emas segitiga terbalik di topinya. Dia hanya mengatakan: “Welcome to Arcturians”... Saya disambut dengan ramah, waktu saya diajak olehnya ke suatu bangunan dengan cahaya terang di dalamnya. Ketika itu saya dengan sadar takut dan kembali ke tubuh fisik saya, itu artinya apa ya mas?

J = Anda termasuk orang yg bisa dengan mudah masuk ke dalam OOBE (Out of Body Experience), walaupun sebenarnya anda cuma masuk ke dalam alam pikiran anda saja.

The arcturians adalah simbol dari diri kita sendiri di masa depan. Simbol dari manusia di bumi ini yg bisa melepaskan diri dari jebakan agama-agama dan maju terus dalam ilmu pengetahuan sehingga bisa mencapai galaksi-galaksi lain. Kapten dari the Arctuarians bisa juga dianggap sebagai malaikat pelindung anda, your guardian angel. Jadi gak perlu takut lagi kalau nanti ketemu the captain of the Arcturians.

Menurut satu website:

"The Arcturians originate from a crystal blue planet orbiting the star Arcturus. Arcturus is a red super-giant located in the constellation Bootes. Arcturus is also the brightest star in that constellation and it lies 36 light years from Earth... Arcturians are the most advanced 5th Dimensional beings in this galaxy. They operate under 5th density mostly. They give us an idea of what our future will be like. They are to us, spiritual, mental, and emotional healers for all of humanity. They believe love is the primary element of life in the 5th density. Their ships are the most advanced in this free-will universe. We have not been hosts to a violent extraterrestrial attack here on Earth because most civilizations fear the advanced Arcturian ships. The Arcturian civilizations are governed by ‘elders’ who are the wisest and highest in the spiritual ladder. Arcturians range from 3 to 4 feet tall and are generally slim. The Arcturians have a greenish hue about their skin and have very pronounced, almond shaped eyes. They have the ability to move objects with their minds and are highly telepathic. Their hands, unlike human hands, have only 3 digits. They have brown and sometimes black eyes, but they rarely use them, they see telepathically. They can live to the age of 350 or even 400 years. They age slowly and do not fall prey to sickness, this was eradicated long, long ago. In the Arcturian civilizations, professions and life’s paths are chosen by one’s spirituality level. This is used to decide which female is suited to give birth. The birth process is unlike that of ours, it consists of a female and male mentally bonding and thus a clone of the bond is produced as a result. Arcturus evolution is based on teachings of spirituality, and thus as one evolves, one becomes more spiritual, if one fails to reach his allotted goal, that individual is then tutored more so the individual can succeed. The arcturians ingest energy instead of eating like us. They also live off little sleep, they rest only once a week. They can also ingest knowledge therefore they can intellectually advance faster than any human. They are here on Earth on a mission to educate humans and help us cross over to the 4th dimension...."

T = Satu lagi Mas Leo, beberapa minggu yg lalu saya mimpi ayah saya hidup kembali mas, ada seseorang yg bisa menghidupkan kembali ayah saya, saya tidak melihat dan kenal orang tersebut, tetapi setelah ayah saya dihidupkan kembali oleh orang tersebut, ayah saya disuruh diam di tempat tidur karena tulangnya masih muda karena semua organ masih baru. Ketika saya melihat ayah saya, saya menangis mas, pada saat itu terasa nyata sekali buat saya, perasaan saya bercampur aduk antara bahagia dan takut, karena saya takut itu roh ayah saya apa bukan.

J = Then?

T = Anehnya ayah saya tidur di tempat tidur saya mas, saya bingung sekali, di situ ada ibu saya yg menjaga ayah saya, dugaan saya benar mas sepertinya roh di dalam tubuh ayah saya bukan roh ayah saya, dia mengamuk ke luar rumah dan membunuh banyak orang mas, akhirnya ada seseorang berpakaian ustad yg berhasil membunuh ayah saya. Ini pertanda apa ya mas, kalo pertanda buruk bilang saya dulu sebelum diceritain ya mas?

J = Artinya simbolik. Ayah anda yg dihidupkan kembali itu adalah simbol dari diri anda sendiri yg dibentuk oleh ayah anda dahulu. Anda yg dahulu sebenarnya telah "mati" (dalam tanda kutip), tetapi anda tidak yakin sehingga alam bawah sadar anda menghadirkan mimpi itu, menghadirkan diri anda yg dulu dididik oleh ayah anda. Tetapi anda sendiri tidak yakin bahwa orang yg dibangkitkan itu adalah anda sendiri. Ternyata keyakinan anda terbukti karena orang itu kemudian ngamuk ke luar rumah dan membunuh banyak orang sampai akhirnya dibunuh. Melalui mimpi itu seolah-olah alam bawah sadar anda memperlihatkan bahwa segala nostalgia yg anda miliki tentang masa lalu anda ternyata sudah tidak relevan, sudah tidak sesuai lagi. Kalaupun muncul, maka yg terjadi adalah kegalauan belaka. Ternyata apabila anda yg dahulu tetap "hidup", jadinya adalah kacau balau. Untung anda telah "mati" (dalam tanda kutip).

Ini cuma kilas balik saja, seperti simulasi apabila anda yg dahulu itu tetap hidup sampai sekarang. Tetapi ternyata ada sesuatu yg muncul di tengah kehidupan anda. Sesuatu yg drastis juga walaupun anda tidak menceritakannya. Sesuatu yg drastis itu membuat anda berubah total sehingga tidak bisa menyambung kembali dengan anda yg dulu dididik oleh ayah anda. Cuma itu saja artinya. Arti yg bagus bukan?


+

PERCAKAPAN 3: BERBAKAT TIDUR SAMBIL JALAN


T = Mas Leo,

Baca note kemarin, jadi pingin nanya juga. Saya dari kecil paling sering MIMPI diserang/dikejar-kejar TAWON/LEBAH. Kadang banyak kadang satu, dua atau beberapa, terus pasti kaget saya dan langsung terbangun.

J = Ok, then?

T = Satu hari pernah saya MIMPI dikejar segerombolan tawon, terus saya liat jalan lurus dan sayapun lari sekencang-kencangnya. Pada saat itu temen sekamar saya terbangun dan melihat saya lari bolak balik di dalam kamar dalam keadaan merem. Temen-temen lain yang sedang tidur lelap dalam satu kamar di bawah tidak saya injak, TV dan mejapun tidak saya tabrak. Temen saya yang terbangun tadi bingung dan takut, akhirnya karena takut, dia pegang saya tapi saya melawan dengan masih lari, akhirnya dia dekap saya sekuat-kuatnya, karena tenaganya emang kuat sayapun gak bisa bergerak dan akhirnya sadar terbangun, apa artinya ya Mas?

J = Artinya anda memiliki bakat somnambulistic, yaitu bisa tidur sambil jalan-jalan. Anda merasa bahwa anda sedang bermimpi, tetapi orang lain melihat anda berjalan sambil tidur. Kalo dibiarin terus bisa juga jalan-jalan sambil tidur sampai ke jalan raya, menyeberang jalan ramai, dsb... Dan yg aneh bin ajaib, orang yg berjalan sambil tidur ternyata bisa menyeberang jalan ramai seperti orang yg melek. Bisa lompat tebing juga. Pokoknya hebat sekali sehingga terkadang disebut sebagai mimpi yg terakhir dan sempurna. Sayangnya orang yg melihat sering takut juga. Takut kalo orangnya ketabrak mobil, pedahal tidak. Karena alasan itulah makanya orang yg memiliki bakat somnambulistic sering kamarnya dikunci dari luar kalau sedang tidur. Kalau kamarnya tidak dikunci, orang itu bisa jalan-jalan sambil tidur dan bikin heboh satu kampung dan kampung tetangga. Dikirain ada Setan yg masuk, pedahal orangnya sedang tidur dan bermimpi.


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar