Senin, 02 November 2009

Saya Berkomunikasi dengan Malaikat

Friends,

Dalam percakapan pertama kita bertemu kembali dengan Daisy, seorang wanita Malaysia di Kuala Lumpur yg selalu mengamati kita secara ghoib sejak bertahun-tahun yg lalu. Daisy memiliki malaikat yg bisa diajak komunikasi dan disuruh-suruh. She wrote me in English, but I replied in Indonesian. Sama saja, sama-sama Melayu pasti bisa mengerti when we switch back and forth dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia and vice versa... Percakapan kedua dilakukan dengan seorang teman pria yg sudah menemukan telaga yg airnya tidak pernah kering. Air itu diminumnya terus menerus dan dia tidak akan pernah haus lagi, gluk gluk gluk...


+

PERCAKAPAN 1: SAYA BERKOMUNIKASI DENGAN MALAIKAT


T = Dear Leo,

Just something to share with you, I've just finished a 2 day course on angel communication.

J = Angel communication adalah teknik berkomunikasi dengan malaikat pelindung kita. Ada kepercayaan yg berasal dari tradisi Yudeo-Kristen di Eropa bahwa tiap orang punya malaikat pelindung. Dipercaya bahwa malaikat pelindung akan selalu mendampingi kita setiap saat dari kita lahir sampai mati. Mereka yg beragama Katolik bahkan memiliki doa yg ditujukan kepada malaikat pelindung: "Malaikat pelindungku, blah blah blah..."

Tentu saja kepercayaan tentang malaikat ini berasal dari kebudayaan Mesopotamia (dulu namanya Babilonia, sekarang namanya Irak). Ribuan tahun lalu orang Yahudi pernah dikalahkan oleh orang Babilonia dan diangkut ke sana. Kepercayaan Yahudi mengalami peningkatan pesat di Babilonia, istilahnya mengalami upgrading. Yg di upgraded itu terutama kepercayaan terhadap makhluk ghoib yg mereka sebut malakh. Ada malakh number one, who is none other than Gabri-El yg sekarang lebih kita kenal sebagai malaikat Jibril.

Setelah diambil alih oleh Nasrani, kepercayaan Yahudi tentang malaikat ini mengalami upgrading yg cukup drastis. Dipercaya ada malaikat baik dan malaikat jahat. Malaikat baik selalu mendorong kita untuk menyenangkan hati Allah Bapa, dan malaikat jahat selalu menjerumuskan kita untuk menyusahkan hati-Nya. Allah bagi orang Nasrani adalah bapa. Yesus menyebutnya "abba" which means "father".

Father God, Father God, why hast thou forsaken me, hu hu hu...

T = There are some very peculiar findings about myself. The instructor is I think an old sould, I like her the minute I saw her, she trained with Doreen Virtue in the States, and herself contacted by spirits etc from small.

J = Doreen Virtue, Ph.D., adalah seorang psikolog yg mengkhususkan diri dalam konseling menggunakan Angel Therapy. Diasumsikan bahwa ada manusia yg percaya bahwa ada malaikat yg menyertai dirinya ke mana saja setiap saat. Untuk manusia yg percaya, maka bisa diterapkan penyembuhan mental dan emosional. Tetapi tentu saja apa yg disebut sebagai malaikat oleh Doreen Virtue akan disebut dengan istilah lain oleh psikolog yg menggunakan pendekatan berbeda. Carl Gustav Jung akan menyebutnya sebagai higher self, misalnya. Higher self adalah kesadaran tinggi di diri kita, yg selalu menuntun kita kemana-mana. Jung bahkan pernah melukiskan angel yg muncul berkali-kali di dirinya, yg ia berikan nama 'Philemon'. Philemon muncul berkali-kali selama rentang beberapa puluh tahun. Munculnya di dalam mimpi. Dan Jung bisa berdialog dengan malaikatnya ini.

T = She says she could see my spirit guide on my right side who's been with me since small - very learned, kind and religious, he seems in a robe of some kind. The ringing in my ear which I've been having since forever (gone to specialist to check but nothing was the matter) she says is angels downloading information to me, I asked if I need this all my life, she said to ask the angels, well I didn't ask but last night during a family gathering, suddenly the ringing stopped and my hearing was so clear! later it started ringing again, but now I know what's it's like without the ringing. She said the angels are saying I'm normal but not normal.

J = Itulah cara kerjanya. Ketika kita menggunakan konsep malaikat, kita bisa mengatakan bahwa ada komunikasi terus menerus dengan malaikat yg mengikuti kita. Yg jelas, malaikat pelindung akan selalu bekerja bagi kebaikan kita. Instruktur dalam Angel Therapy tentu saja selalu memberikan afirmasi bahwa ya, malaikat itu sudah ada sejak kita masih kecil. Dia bisa berkata begitu kepada semua orang. Dan ini mudah saja untuk "dilihat". Kalau orangnya tampil sensitif dan berhati-hati, maka instruktur akan bilang bahwa malaikat yg ada sifatnya "religious". Yg dilihat itu bukanlah malaikat yg tentu saja tidak tampak dengan mata. Yg dilihat adalah ciri-ciri yg ditampilkan oleh manusianya sendiri.

Suara mendengung di telinga cukup banyak dialami oleh manusia, dan secara fisik bisa saja tidak ada apa-apa. Orangnya merasakan suara mendengung itu di dalam pikirannya sendiri saja. Menurut pengalaman saya malahan, mereka yg suka memiliki suara mendengung di telinga itu adalah mereka yg cenderung "religious". Ada sesuatu yg dicarinya walaupun tidak selalu ditampilkan. Pencahariannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Tetapi sesekali meledak, dhor !

T = During the course, it was discovered that my origin is not of earth (don't snigger) and that I'm one of those star people whom I've read so much since student days (loads of books on the subject in my study) - they normally have unusual low blood pressure, a mystical cross on the palm, drawn to reiki and crystals and have buzzing or ringing sound in the ear!, and not so drawn to their mother or father and don't care to have own children,

J = Saya juga termasuk star people, asalnya dari Sirius. Di bumi ini saya terkadang merasa menjadi orang aneh, alien. Tetapi saya tidak memperdulikan perasaan itu dan tetap jalan saja seolah-olah saya memang asli dari bumi ini, pedahal bukan. Saya orang bintang, a star people. Ciri-cirinya juga sama seperti yg anda tuliskan: tekanan darah rendah, salib di telapak tangan, tertarik kepada olah energi dan kristal, etc... Tetapi saya tidak punya suara mendengung di telinga. Atau mungkin saya tidak memperdulikannya. Yg saya tahu, telinga kanan saya tidak bisa mendengar. Saya mendengar hanya dengan telinga kiri saja. Anehnya, pendengaran saya sangat kuat. Terkadang, kalau saya sedang "on", saya bahkan bisa mendengar suara tetangga yg berbicara berbisik-bisik di dalam rumah mereka. What you shall make of it, ah?

T = In one of our aura seeing practices, the instructor and one of the other 3 participants saw my aura as high as the ceiling as rainbow colours, and that from my head there is a spiralling light going upwards (my antennae..). She says people with rainbow auras are of the star. From the oracle cards we dealt with, I have a message from the angels - be at peace, watch my diet and exercise, and write down my thoughts. My instructor says I may not have any special mission, just my presence will do.

J = Impressi, kesan. Tentu saja aura anda berwarna pelangi karena anda adalah orang yg very accepting. You accept people as they are without judgment. Mereka yg menerima orang lain apa adanya saja akan memiliki aura pelangi. Bahkan pelangi telah menjadi simbol dari all inclusive, non discriminating people from around the world. Pelangi adalah simbol masa kini dan masa depan. Bukan lagi hijau yg sangat menekan ke bawah. Hijau itu arahnya ke bawah, karena hijau warna rumput. Yg sangat suka dengan rumput adalah hewan pemamah biak berkaki empat, especially goats, kambing, embekkk !!! ... Ada pula warna ungu yg tidak praktis. Aura ungu artinya manusianya terlalu complicated, absorbed in himself or herself, memikirkan Tuhan sampai lupa bahwa Tuhan hanya konsep saja.

T = All very interesting, have to digest this a bit more. Also, in one of the meditation I heard the word/name Namachari (not Brahmachari..)

J = Namachari dalam bahasa Melayu seharusnya diartikan sebagai "cari nama". Cari nama means going to be famous. Arrggghhh !!!!


+

PERCAKAPAN 2: SAYA MENEMUKAN TELAGA KESEGARAN


T = Salam, hari ini di Aachen, tanggal 31 Oktober 2009 pukul 11:29, saya menemukan telaga yang saya tunggu-tunggu. Saya menemukan kesegaran baru dalam hidup saya tentang pemahaman agama yang saya anut sejak bayi ceprot. Semoga telaga ini bisa membuat hidup saya lebih bersih dan lebih segar.

J = Amin.

T = Saya seorang karyawan perusahaan swasta yang saat ini sedang training di Jerman. Salam kenal untuk semua member milis spiritual Indonesia, khususnya untuk moderatornya, Pak Rimba.

J = Salam kenal juga, nice meeting you here.

T = Saya seorang muslim 27 tahun, dengan istri seorang kristiani 25 tahun, dengan seorang mertua yang asli kejawen dari Solo, orang tersakti yang pernah saya temui.

J = Silahkan berkenalan dengan banyak orang sakti mandraguna dari Solo di milis ini. Ada Mas Dipo, ada Mas Bens Sudjanto, ada Mas Wawan. Orang sakti dari kota-kota lainnya juga ada.

T = Kehidupan beragama saya campur aduk, dan demokrasi, tanpa ada permasalahan dengan perbedaan ini. Syukurlah...

J = Of course tidak ada permasalahan karena kita menggunakan pikiran kita. We can think rationally, membandingkan dan memutuskan. Apabila perbedaan cuma dibuat-buat, kita bisa bilang bahwa itu dibuat-buat sehingga bisa kita tendang dengan sempurna. Menurut pengalaman saya berdialog intens dengan ratusan teman dari berbagai backgrounds, yg namanya perbedaan itu semuanya artificial, buatan saja. Kesadaran yg ada di semua orang secara essensial sama. Yg satu melihat dari mata anda, dan yg satu melihat dari mata saya. Secara essensial sama.

Ternyata segala macam prasyarat yg digembar-gemborkan dalam agama itu cuma trik untuk mencari kedudukan dan uang. Yg menjadi obyek adalah kita, kalau kita mau tejebak. Kalau kita tidak mau terjebak juga bisa. Saya tidak mau terjebak. Banyak teman di sini tidak mau terjebak. Mungkin juga karena sudah jatuh bangon kejedut habis-habisan di masa lalu. We learn from real experience. Pahit manisnya terlelap oleh buaian dan bualan agama, then?

T = Akhir-akhir ini, saya mengalami kekeringan dalam jiwa spiritual saya. Masalahnya satu, saya tidak suka lagi dengan agama saya. Entah bagaimana menjelaskannya, saya merasa tidak merasakan lagi kedamaian dengan agama yang saya anut. Mungkin agama ini sudah terlalu banyak dinodai oleh para ulamanya sendiri. atau mungkin juga agama ini sudah berubah menjadi konsep kebrutalan manusia. Lihat saja penganutnya yang semakin seperti "pendekar berbaju putih" dengan misi menghancurkan bangunan di sana sini. Saya tidak mengerti. Saya hanya ingin mencari ketenangan dan kedamaian.

J = Buang saja agama anda. Kita tetap bisa menjadi manusia yg biasa-biasa saja tanpa agama. Agama cuma label belaka, isinya pembodohan masssal yg terakhir dan sempurna. Kebanyakan kita di sini memiliki background Krislam (Kristen-Islam). Ada yg masih pakai label Kristen, ada yg masih pakai label Islam. Ada juga yg tidak berlabel seperti saya. Saya merasa malu memakai label agama. I have no label.

T = Saya sudah bosan dengan fatwa MUI yang makin lucu. Saya sudah bosan mendakwa aliran ini sesat, aliran itu setan. Saya capek untuk mencari surga dan lari dari neraka. Saya capek karena merasa harus tampil lebih baik dengan sarung dan peci saya. saya hanya rindu... rindu akan belaian Tuhan dalam hati ini. Rindu untuk bercanda kembali dengan Dia. Tanpa harus merasakan semua tuntutan hukumnya. Saya hanya rindu Engkau...

J = The "Engkau" adanya di dalam kesadaran anda sendiri saja. Agama cuma akan menjauhkan kita dari pemahaman itu yg mungkin juga tidak perlu disebut sebagai pemahaman. Kita hanya tahu bahwa kita tahu. We know that we know. We know that. Tat tvam asi.

T = Lima menit lalu saya baru membaca 10% dari artikel dalam ebook "Menyongsong 2012". Tapi saya sepertinya sudah "mandi" selama 2 jam, dan membuat badan ini menjadi bersih dan segar. Saya mencari yang seperti ini. Bukan yang mengenai surga neraka saja, bukan mengenai pahala dan dosa saja. Saya hanya mencari Tuhan dalam diri saya yang bisa membuat saya tenang. Tuhan yang bisa menjadi sahabat terbaik saya, teman untuk curhat dan bercanda.

J = I'm glad to hear that. Ebook 'Menyongsong 2012' berisikan sharings pengalaman pribadi dan tanya jawab dengan puluhan teman, sebagian ada di milis ini, sebagian lagi di facebook. Nothing was doctored, tidak ada yg direkayasa. Memang seperti itulah sharings dan tanya-jawabnya, with real people. Human beings. Us.

T = Berikutnya, ada beberapa hal yang mungkin saya masih membutuhkan bantuan. Hal ini terkait dengan perubahan akan pemahaman saya tentang agama yang sebelumnya saya anut. Yang pastinya tidak bisa lepas dengan lingkungan keluarga & pekerjaan saya.

J = Ok.

T = Untuk keluarga, saya bisa mengatakan bahwa saya berpindah agama dari Islam ke Kejawen, ataupun Kristen, ataupun agama lain, tidak masalah. saya bisa mengatasinya, karena keluarga saya adalah keluarga demokratis.

J = Ok.

T = Namun untuk lingkungan pekerjaan saya, di mana saya hidup di antara banyak orang, yang mereka sudah memiliki pandangan tersendiri kepada saya, agak susah untuk menerapkan perubahan ini.

J = Hmm...

T = Sebenarnya sudah beberapa bulan saya mencari telaga atas kebimbangan saya selama ini. Dan di milis SI rupanya saya telah menemukan telaga ini. telaga yang penuh dengan kedamaian, penuh dengan ke-simple-lan- nya, tanpa beban ritual yang gak jelas, dan tanpa ketakutan akan janji-janji surga dan ancaman-ancaman neraka yang tidak pernah hilang. Perubahan pertama yang akan saya lakukan adalah, saya tidak lagi melakukan ritual agama saya yang bahasa-nya saja saya tidak mengerti. Ritual yang membutuhkan tenaga, waktu, konsentrasi, biaya, yang melakukannya saja dibarengi dengan rasa malas dan ogah-ogahan. Cukup sudah, tidak ada lagi waktu untuk melakukan hal ini.

J = Good, then?

T = Kembali kepada kondisi pekerjaan di atas, saya adalah seorang calon manager yang memiliki calon bawahan dari Islam maupun Kristen. Selama ini, mereka memandang saya yang lebih santri dari mereka. Ketika waktu sholat datang, dan ada kesempatan berjamaah, saya yang selalu didaulat untuk menjadi imam. Ketika ada acara syukuran, saya yang didaulat memanjatkan do'a.

J = Ok.

T = Rencana akhir november nanti saya pulang ke tanah air, dan kembali beraktifitas di kantor. Ketika saya tidak sholat lima waktu lagi, tidak sholat jum'at lagi, mereka pasti bertanya. Ada apa dengan cinta? Kesurupan di mana kog sampai berani-beraninya meninggalkan sholat ? Apakah sudah jadi orang gila ? Dan jujur, saya takutnya posisi kemanageran saya akan bisa terpengaruhi dengan sikap mereka yang kebingungan dengan perubahan saya. Saya sadar, saya harus bermain cantik untuk menghadapi ini. Dan untuk itu, tolong kasih saya penjelasan yang berisi trik ataupun tips membuat perubahan itu menjadi smooth.

J = Triknya adalah menjadi diri anda sendiri saja. Tidak usah kuatir, saudaraku. Anda tidak akan kemana-mana. Anda akan tetap di jabatan anda dan bahkan akan naik terus ke jenjang lebih tinggi. Kenapa? Karena anda seorang professional. Anda ini bukan ustad, bukan pendeta, bukan orang beragama. Professi anda adalah manajer, dan bukan pemeluk agama. Jadilah diri anda sendiri saja.

Kalau tidak mau sholat, ya tidak usahlah. Kalau tidak mau pimpin doa, ya tidak usahlah. Bilang saja bahwa anda tidak mau sholat karena anda merasa sholat sudah tidak berguna lagi bagi anda. Bilang saja terus terang kepada orang yg bertanya kepada anda. Mungkin orangnya akan kaget ketika pertama kali mendengarnya dari anda. Biar saja dia kaget. Itu haknya. Mula-mula mungkin akan banyak orang yg kaget dan tidak berani dekat-dekat anda, tetapi sedikit demi sedikit anda akan menemukan bahwa ternyata banyak orang lainnya di kantor anda telah menemukan jalan itu juga. Katakanlah jalan "pencerahan" ketika kita sadar bahwa sudah sepantasnya kita menjadi diri sendiri saja dan tidak menjadi budak agama. Orang-orang ini akan berbicara kepada anda, akan bilang bahwa mereka juga sudah tidak percaya lagi kepada agama, so?

Anda akan tetap di jabatan anda, dan bahkan naik ke jabatan lebih tinggi lagi. Dan anda akan menjadi semacam konselor bagi bermacam-ragam manusia di kantor anda dan kantor-kantor lain juga. Anda sudah naik tingkat secara spiritual, bukan lagi semacam ustad, tetapi semacam pembimbing bagi semua orang tanpa membedakan latar belakang. Orang akan datang kepada anda ketika mereka membutuhkan bantuan spiritual, dan anda akan tinggal bicara apa adanya saja. Bicara secara logis dan rasional, bahkan tanpa doa-doa dan bawa-bawa nama Allah. Orang tahu bahwa anda jujur dan apa adanya saja. Dan Tuhan yg asli ada bersama anda.


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar