Selasa, 06 April 2010

Sex Bebas

T = Mas Leo,

Saya tadi ikut memberikan komentar di statusnya Page Spiritual Indonesia di facebook yg bilang: "Saat ini bukan soal halal haram, para pemuda-pemudi sudah seharusnya dibiarkan menikmati kehidupan sex dengan pasangannya masing-masing, biarkan saja mereka menikmati kehidupan masa muda mereka dan mengenal dunia sex bebas sedini mungkin, itu kan sangat baik untuk perkembangan dan kemajuan kebebasan mereka."

J = Ok.

T = Trus saya balas komen: "Saya adalah penganut sex sehat hanya dengan suami dan saya juga ibu dari seorang putri, dan saya setuju bahwa sex bukanlah sesuatu yg harus ditutupi apalagi diharamkan."

J = Of course.

T = Dunia memang belum siap dengan pernyataan seperti status di atas.

J = Dunia maju sudah seperti itu sejak puluhan tahun lalu, dan status seperti di atas sama sekali tidak akan menghebohkan di sana. Kebalikannya, dunia terbelakang akan heboh sekali seakan-akan langit mau runtuh, dan dunia setengah maju dan setengah terbelakang seperti Indonesia akan bilang "belum siap", pedahal kenyataan nya sudah dipraktekkan. Cuma orang masih munafik untuk mengakuinya.

T = Menurut saya selama ini agamalah yg telah memberangus sex dan mendoktrin manusia dengan mengatakan sex itu jorok atau tabu. Bukankah inti dari kehidupan ini adalah sex (pembuahan)? Semua tumbuhan ada di bumi karena pembuahan dengan berbagai macam caranya, binatang bisa berkembang biak juga karena sex. Dunia akan berakhir bila tak ada sex.

J = Of course.

T = Mungkin maksud agama pada awal mula menakut-nakuti manusia dengan dosa sex supaya manusia primitif tidak mengumbar sex mereka, so agama membuat aturan sex harus dilakukan untuk pasangan menikah. It's oke, bagus pada jamannya, kalau tidak diberi ajaran seperti itu saya juga tidak tahu apa jadinya dunia saat ini.

J = Perkembangan ajaran agama tentang sex ada kaitannya dengan evolusi masyarakat manusia. Masyarakat primitif banyak yg matriarkal, yaitu dominannya kaum ibu yg bisa memilih pria mana yg akan membuahinya. Mitos tentang Dewi Kesuburan berasal dari masa itu, ketika wanita memiliki derajat dan peran lebih besar daripada pria. Tetapi lama-kelamaan kaum pria mengambil alih secara paksa, dan muncullah mitos tentang Allah yg maskulin dan menuntut agar wanita tunduk kepada pria. Semuanya mitos belaka, diciptakan oleh manusia sesuai dengan jamannya.

T = Tapi pada perkembangannya, pada saat manusia sudah semakin pandai dalam berfikir, bertindak dan berperilaku, aturan tentang sex juga dikembalikan ke manusia itu sendiri, KAPAN dia akan melakukan hubungan sex itu. Dan ini tidak mudah, perlu kedewasaan berfikir dalam menyikapi hal ini.

J = Tentu saja. Revolusi sex besar-besaran terjadi di seluruh dunia setelah penemuan sarung k....l yg terakhir dan sempurna atawa yg kita kenal dengan sebutan kondom. Tadinya dosa karena hubungan singkat dan nikmat dengan anak tetangga itu akan bisa menyebabkan kehamilan. Sekarang tidak lagi dosa karena telah ada kondom. Bahkan kakek nenek kita juga sudah menggunakan kondom. Kondom itulah yg membawa perubahan besar-besaran dalam cara manusia berinteraksi as far as sex is concerned. Dan agama tentu saja selalu ketinggalan. Fyi, kondom itu masih termasuk perangkat haram jadah di Gereja Katolik. Haram, dibenci Allah. Tapi tentu saja umat Katolik yg pakai kondom juga tidak terhitung banyaknya. Biarpun diharamkan oleh gereja, tetap saja kondom dipakai. Allah tentu saja memble. Allah is man-made, buatan manusia. Buatan banyak manusia malahan. Allah yg membenci semua alat kontrasepsi including kondom is catholic-made. Allah yg dibuat oleh Gereja Katolik.

T = Kalau sampai orang melakukan free sex atau hamil artinya mereka belum memiliki kesiapan mental dalam menyikapi sex.

J = Karena masyarakatnya masih tabu untuk membicarakan sex dengan jujur. Seingat saya, sampai sekarang saya tidak pernah memperoleh sex education. Baik di sekolah maupun di lembaga agama, tidak pernah ada sex education yg jujur. Semuanya bilang jangan dan jangan. Pedahal di luaran kita tahu bahwa segalanya bisa dan bisa. So, akhirnya, seperti semua orang, saya juga belajar sendiri. Pertama-tama karena ingin tahu, lalu keenakan, lalu akhirnya sadar bahwa kita bisa memilih untuk melakukan atau tidak melakukan tanpa perlu dipenuhi oleh ketakutan lagi.

T = Yg saya bingungkan, daripada membuat segala macam ketabuan tentang sex kenapa agama tidak memberi pendidikan sex sehat dan bertanggung jawab kepada umatnya?

J = Karena agama mau manusia tetap bodoh. Semakin bodoh manusia, maka akan semakin kekallah cengkeraman agama atas kehidupan manusia. Manusia akan merasa bahwa dirinya tidak bisa terlepas dari agama, pedahal bisa saja kalau mau. Selain itu, untuk mengajarkan perilaku sex yg bertanggung-jawab maka agama harus juga menguraikan benang kusut yg dijalin oleh para pembuat agama sejak ribuan tahun yg lalu. Berbagai dongeng harus diuraikan satu persatu, dijelaskan bahwa apa yg dipercayai selama ini sebagai kisah para nabi cuma dongeng belaka. Bukan fakta. Dan itu tidak mudah karena umat beragama sudah sekian lama diberitahu bahwa mereka harus beriman kepada para nabi.

Jadi, untuk menguraikan benang kusut tentang sex yg bertanggung-jawab, agama harus membongkar dirinya sendiri. Dan kalau dirinya terbongkar, orang akan sadar juga bahwa ternyata agama dibuat oleh manusia. Walaupun bicara tentang Tuhan, ternyata segalanya merupakan karangan manusia belaka. Kalau ada manusia yg bisa mengarang agama, maka berarti tiap manusia juga bisa mengajarang agamanya sendiri. Dan memang bisa. Itu kesimpulan yg benar. Tiap orang memang berhak membuat dan mempraktekkan agamanya sendiri. Bisa bercerita tentang Tuhan yg datang kepada dirinya. Bisa bersaksi bahwa ada Malaikat Jibril yg membawa ayat-ayat kepada dirinya. Itu sah saja, dan memang seperti itulah cara menciptakan agama.

Seharusnya kita menerbitkan buku yg berjudul "Bagaimana Menciptakan Agama", itu akan menjadi seri yg pertama. Seri kedua akan berjudul "Bagaimana Merubah Agama". Cara merubah agama juga biasa-biasa saja sebenarnya. Cukup kita akui bahwa ada kesalahan teknis, bahwa ada oknum yg memberikan interpretasi menyimpang, lalu kita akan memberikan interpretasi yg kita anggap lebih benar. Dan of course Tuhan akan dibawa-bawa juga. Kita akan bilang bahwa Tuhan merestui, pedahal the Tuhan tidak akan muncul. Dari dulu sampe sekarang Tuhan tidak pernah muncul, yg muncul adalah manusia-manusia yg menciptakan dan merombak agama.

T = Saya bukan penganut sex bebas Mas, lha wong saya ini seorang ibu koq. Saya setuju dengan sex bebas (dengan pasangan) yg bertanggung jawab dan berpikiran matang.

J = Saya juga bukan penganut sex bebas. Itulah salah kaprah orang Indonesia, dipikirnya bahwa mereka yg nge-sex dengan pasangannya masing-masing menganut sex bebas, pedahal tidak. Sex bebas adalah bebas tanpa aturan, sedangkan sex dengan pasangan masing-masing bukanlah sex bebas melainkan sex yg bertanggung-jawab. Sex yg bertanggung-jawab bisa dilakukan dengan pasangan menikah, bisa juga tidak. Kalaupun orangnya tidak menikah, itu bukan berarti mereka penganut sex bebas. No, they aren't.

T = Saya justru belajar dari suami saya saat kami berdebat saat masih berpacaran tentang masalah ini, waktu itu saya sangat menentang sex bebas. Yg menyadarkan saya adalah suami saya yg mengatakan:

"Ngapain sex diatur-atur, orang sex itu seperti juga napsu-napsu manusia yg lain, seperti juga makan. Sex itu 'dosa' kalo ada yg hamil trus digugurin atau memperkosa. Selama ga ada yg dirugikan dan tidak melanggar hukum ya bebas-bebas aja."

J = Saya lihat suami anda tidak menggunakan istilah "sex bebas". Dan anda waktu itu salah menafsirkan sex tanpa nikah sebagai "sex bebas". Mungkin juga anda masih menafsirkan seperti itu sampai sekarang. Pedahal, sex antara sesama pacar BUKAN sex bebas. Itu sex yg bertanggung-jawab. Saya sendiri terus terang tidak mau menikah dengan orang yg belum pernah berhubungan sex dengan saya. It's impossible. Kalau langsung menikah tanpa pernah dicobain, ntar gimana kalo ternyata gak enak? Repot kan? So, lebih baik dicobain dulu barangnya dan kalau ternyata sesuai dengan selera barulah dibeli. Kalau ternyata isinya tidak sesuai dengan packaging, maka bisa pergi ke toko sebelah. No hurt feelings on both sides. Itu cara yg dewasa dan bertanggung-jawab.

T = Kami sempat bertengkar dan saya mengganggap calon suami saya adalah seorang free sex. Tapi saya sangat tau suami saya adalah salah satu orang yg paling tidak munafik yg pernah saya kenal. Dia selalu mengatakan hitam dan putih, tidak ada abu-abu, tidak ada tedeng aling-aling.

J = Calon suami anda bukan penganut free sex. Melakukan sex dengan pacar sendiri bukanlah free sex. Free sex itu kalau orangnya gonta ganti pasangan tanpa ada commitment. Sex dengan commitment, walaupun tanpa nikah, tidak termasuk free sex.

T = Setelah sekian lama saya membaca beberapa buku seperti The Zahir nya Paulo Coelho dan Dan Brown, tapi saya lupa buku yg 'Angels and Demons' ato buku 'Da Vinci Code' yg membahas tentang sex manusia. Dari situ saya mengerti apa yg dikatakan suami saya benar.

J = Sex is just sex, walaupun yg lebih oke adalah sex with commitment. Itu dibagi lagi dalam beberapa kategori. Ada sex dengan lawan jenis, sex dengan sesama jenis, dan sex dengan kedua jenis. Ini sudah masuk ke pembagian orientasi seksual yg juga merupakan hal biasa-biasa saja. Semuanya begitu normal karena memang ada sejak semula. Orangnya semuanya waras dan tidak sakit, tetapi dibuat sakit oleh agama. Agama bilang bahwa sex sebelum menikah itu "dosa", agama bilang bahwa sex dengan sesama jenis itu "dosa", agama bilang sex dengan kedua jenis itu "dosa". Semuanya tentu saja akan menjadi "dosa" bagi manusia yg masih tetap mau menjadi budak agama. Agama itu memperbudak manusia. Dari jaman dahulu sampai sekarang, semua agama itu cenderung memperbudak manusia. Tentu saja atas nama Tuhan.

T = Tapi abis saya komen di Page Spiritual Indonesia itu n baca komen-komen di bawahnya saya merasa sedih, apakah pikiran saya bejat dengan setuju dengan sex bebas? Saya merasa malu dengan pikiran saya itu dan saya mulai ragu ... apakah saya harus kembali kepada 'agama' saya? ... Bagaimana kalau teryata apa yg orang katakan itu benar dan nanti Tuhan mengutuk saya?

J = Anda bukan setuju dengan sex bebas tetapi sex yg bebas dan bertanggung-jawab. Pada pihak lain, orang-orang itu mengira "sex bebas" adalah bebas sebebas-bebasnya tanpa tanggung-jawab. Promiscuity. Tentu saja yg bebas tanpa aturan main seperti itu tidak disarankan, bahkan di negara-negara maju sekalipun. Sex tanpa kehati-hatian, pake kondom bocor, melakukannya di sembarang tempat, dsb... adalah hal-hal yg sangat diharamkan bahkan oleh mereka yg tinggal di Barat. Bedanya mereka tidak memakai kata "Tuhan" melainkan menggunakan penjelasan yg logis dan rasional. Mereka sudah mengerti bahwa menggunakan kata "Tuhan" apalagi ditambah dengan bumbu-bumbu nasihat keagamaan adalah kebiasaan manusia yg masih terbelakang. Jadi, sex yg bebasn dan bertanggung-jawab adalah norma yg dipakai di dunia Post Modern saat ini.

T = Sebelum ini saya adalah orang yg sangat religius Mas, lahir dari keluarga yg sangat religius juga. Tapi saya mulai pergi dari Tuhan malah saat saya baru 'berbulan madu' dengan Tuhan, dimana saat itu semua permintaan saya dikabulkan, saya bahkan bisa tahu apa mau Tuhan. Tapi setelah saya sangat dekat saya justru menemukan Tuhan dalam bentuk lain, saya menemukan Tuhan lama saya dalam bentuk baru, dan Tuhan lama saya tidak pernah marah terhadap saya dengan Tuhan baru saya. Saat ini saya masih pergi ke rumah ibadat tapi itu hanya untuk baik di mata masyarakat saja. Bagaimana menurut Mas Leo?

J = Menurut saya anda biasa-biasa saja, termasuk jauh lebih oke dibandingkan dengan manusia yg masih terpuruk dalam agama. Tentu saja "Tuhan" anda adalah konsep Tuhan yg ada di dalam pikiran anda. Konsep itu berubah terus sejalan dengan bertambahnya kedewasaan kita secara mental dan emosional. Orang yg mentalnya masih terbelakang selalu memiliki konsep Tuhan yg kejam, yg akan menurunkan bencana kalau keinginannya tidak dituruti. Pedahal apa yg dimengerti sebagai "keinginan Tuhan" itu dimonopoli oleh ulama. Dengan kata lain, orang dewasa yg masih kekanak-kanakan itu akan mengikuti keinginan ulama karena takut. Takut akan datang bencana. Tentu saja akan datang bencana ketika keinginan ulama tidak dituruti. Mereka akan ngamuk-ngamuk seperti orang gila. Sebagian bahkan akan jadi teroris yg kelakuannya kita saksikan di depan mata kita semua.

Tuhan tentu saja tidak akan berkata apapun. Tuhan itu konsep. Kalau konsep tentang Tuhan yg anda anut telah berubah, maka berubahlah Tuhan anda. Konsep berubah, Tuhan berubah. Yg tidak berubah itu adalah kesadaran di diri anda. Anda sadar bahwa anda sadar. Anda sadar bahwa andalah yg menciptakan konsep Tuhan itu. Dan itulah essensi dari spiritualitas manusia, yaitu menyadari bahwa kita sendirilah yg menciptakan konsep Tuhan. Karena kita menyadari itu, makanya kita bisa enjoy aja.

T = Saya bimbang ... Apakah saya harus jalan terus atau minta ampun kepada Tuhan lama saya?

J = Minta ampun aja kalo mao, dijamin the Tuhan gak bakal nongol. Yg bicara hanyalah anda, dan yg jawab anda juga. Anda tanya-jawab dengan diri anda sendiri, walaupun anda diajarkan untuk bilang bahwa anda bertanya-jawab dengan Tuhan. Orang agama bilang itu namanya berdoa. Berdoa is none other than communication with ourselves. Komunikasi dengan diri kita sendiri saja.

Anda jangan bimbang karena rekan yg tulisannya dicatut untuk status di Page Spiritual Indonesia itu adalah seorang wanita muda yg sangat oke. Menurut kabar burung yg bisa dipercaya, dia itu tadinya seorang Kristen yg belajar di sebuah sekolah theologia. Ini sekolah yg mendidik para calon pendeta. Setelah itu dia tobat kepada Allah ta'alla dan masuk Islam. In other words, menjadi mualaf yg terakhir dan sempurna. Tetapi sekarang,... perhatikanlah tulisan lengkapnya di bawah ini. Luar biasa sekali:

" Saat ini bukan soal halal haram, para pemuda-pemudi sudah seharusnya dibiarkan menikmati kehidupan sex dengan pasangannya masing-masing, jangan seperti orang-orang yang sok menjaga ini itu, biarkan saja mereka menikamati kehidupan masa muda mereka dan mengenal dunia sex bebas sedini mungkin, itu kan sangat baik untuk perkembangan dan kemajuan kebebasan mereka....

Dan para orang tua terutama yang sudah mengerti, sebaiknya tidak usahlah kayak orang Semit melarang anak untuk berpakaian dan bergaul bebas dalam kehidupan sex anak-anaknya...

Biarkan saja nanti juga mereka bisa menikmati dengan benar. Kalo perlu sarankan kepada mereka supaya living together dengan pasangannya, ini sangat baik untuk dianjurkan kepada anak-anak muda, dan tentu dengan tujuan agar mereka nantinya kenal betul dengan pasangannya, sebelum mereka melaksanakan kehidupan perkawinan yang sesungguhnya. Janganlah seperti orang yang sok berbicara moral bilang haram segala, apalagi percaya cerita M SAW dan Aisah yang udah jelas-jelas cuma dongeng itu...

Para pemikir spiritual di sini yang sudah memahami arti HAM dan kebebasan, memang sebaiknya tidak cuma asal ngomong saja, segeralah menganjurkan dan memfasilitasi anak untuk melakukan kehidupan sex bebas mereka, ini demi kemajuan mereka... Marilah kita kikis budaya tabu ketimuran yang norak dan kampungan dan bisa dimulai dari anak-anak dan cucu anda di rumah."


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar